Advertorial

Berawal dari Lahan Kosong, Taman Gembira Durilengkeng Diresmikan Gubernur Riau


Dibaca: 1153 kali 
Rabu, 21 Februari 2024 - 04:19:17 WIB
Berawal dari Lahan Kosong, Taman Gembira Durilengkeng Diresmikan Gubernur Riau

PEKANBARU (MR) - Di akhir masa jabatannya Gubernur Riau (Gubri), Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution meresmikan Taman Gembira Durilengkeng pada Selasa (20/2/2024). Taman Gembira Durilengkeng merupakan kebun Gubri Edy Nasution yang berlokasi di Jalan Karya Bersama, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. 

Kepada awak media, orang nomor satu di Provinsi Riau itu mengungkapkan, bahwa Taman Gembira Durilengkeng sudah dipersiapkan sejak 3,5 tahun lalu. Alasanny adalah lantaran ia ingin menjaga produktivitasnya saat pandemi Covid-19  melanda.

"Hari ini saya meresmikan Taman Gembira Durilengkeng sekaligus dihari terakhir saya menjabat sebagai gubernur, bahwa Taman Gembira Durilengkeng ini sudah saya siapkan 3,5 tahun lalu, bersamaan saat kita dilanda covid," ujarnya.

 

"Hal ini dilakukan karena saya tidak ingin kita terutama ASN ketika dilanda covid kemarin kita tidak produktif, tidak boleh kita menyerah dalam keadaan begitu saja," imbuhnya.

Mantam Danrem 031/WB itu jelaskan, lahan seluas 1.3 hektare tersebut, 4.500 meternya ditanami 53 durian dengan 11 varietas. Lalu, 2.000 meter untuk tanaman kelengkeng, dan selebihnya ditanami beberapa tanaman lainnya dengan perawatan khusus karena berada di tanah gambut ekstrem sedalam 12 meter.

"Lahan ini awalnya adalah lahan kosong, maka saya coba manfaatkan dengan menanam durian dan kelengkeng, makanya dikatakan Taman Gembira Durilengkeng," jelasnya.

Lebih lanjut Gubri katakan, Taman Gembira Durilengkeng merupakan kolaborasi dari 3 wisata, terdapat agrowisata, wisata kuliner, dan wisata religi. Di lahan tersebut terdapat Rumah Tahfidz untuk membentuk bibit unggul yang hafal 30 juz alquran serta dipersiapkan fisik dan mentalnya untuk mengikuti seleksi akademi militer.

Ia berharap tanah kosong yang dirancangnya menjadi tempat yang penuh manfaat itu dapat menjadi sumber inspirasi untuk banyak orang.

"Di sini berkolaborasi antara wisata kuliner, agrowisata, dan religi. Saya berharap tempat ini dapat menginspirasi banyak orang, dan pada akhirnya kita bisa memanfaatkan lahan kosong kita untuk dimanfaatkan dengan menanam berbagai tanaman, saya sudah buktikan dalam waktu 3,5 tahun dan ini bisa dilakukan," tutupnya. (ADV)