Korban Sodomi di Karanganyar Capai 16 Anak, ke Mana Larinya Perda Perlindungan Anak?


Dibaca: 6522 kali 
Rabu, 22 Maret 2017 - 02:30:11 WIB
Korban Sodomi di Karanganyar Capai 16 Anak, ke Mana Larinya Perda Perlindungan Anak?

KARANGANYAR (MR) - Tertangkapnya pelaku sodomi yang mengaku telah dilakukan selama 13 tahun, yakni sejak 2003 hingga 2016, sangat disesalkan Wakil Ketua DPRD Karanganyar Adhe Eliana.

Apalagi jumlah anak yang menjadi korban sodomi "Robot Gedek" dari Karanganyar ini mencapai 16 anak laki-laki.

Menurut Adhe, kasus ini jelas mencoreng Kabupaten yang berada di bawah lereng Gunung Lawu. Apalagi, Karanganyar bertekad menjadi kabupaten layak anak.

"Kasus ini jelas mencoreng Karanganyar yang bertekad untuk menjadi Kabupaten layak anak,"papar Adhe, saat ditemui Okezone, Selasa (22/3/2017).

Menurut Adhe, bila kondisi ini terus menerus dibiarkan, jelas membuat siapapun tak merasa aman bila berkunjung ke Karanganyar. Sehingga pihak DPRD meminta agar Pemkab Karanganyar memaksimalkan Perbup No 15 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak.

"Kan ada itu Perbup No 15 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Mbok ya itu dimaksimalkan. Dalam perda tersebut berisi tentang hak-hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari beragam ancaman," jelasnya.

Dalam Perda tersebut, dicantumkan bahwa anak harus bisa beraktivitas dengan tenang dan tidak ada bahaya yang mengancam di sekitar lingkungannya.

"Pemerintah daerah juga sesegera mungkin membantu melakukan pendampingan pada para korban. Jangan sampai mereka mengalami trauma yang berkepanjangan," paparnya.

Ditemui secara terpisah, Ketua KP2A Karanganyar, Hadiasri Widiyasari mengatakan, pihaknya sudah turun untuk melakukan pendampingan dan konseling bagi korban termasuk juga orangtuanya.

"Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana trauma yang dihadapi korban," jelasnya.

Menurut Hadiasri, pihaknya sudah menemui korban meski belum semuanya dan dukungan dari pihak keluarga juga sangat diperlukan untuk motivasi korban.

Bahkan pihaknya juga menggali informasi kemungkinan masih ada korban lain yang belum terungkap.

"Pendampingan pada korban dan keluarga kita gandeng psikolog. Dan kita juga imbau pada orangtua agar lebih berhati-hati menjaga anaknya," pungkasnya.*** (okezone)