From left to right: Ahmad Mohamad (Senior Technical Advisor, DHL Express Indonesia), Nicholas Bongsosartono (President Director, DHL Global Forwarding Indonesia), Matthias Gehrsitz (Managing Director, DHL Supply Chain Indonesia) JAKARTA, INDONESIA – Media OutReach Newswire – DHL, perusahaan logistik terdepan di dunia, melalui Strategi 2030 – Accelerate Sustainable Growth, berkomitmen mendukung ambisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam perdagangan regional dan global. Berdasarkan DHL Trade Atlas 2025, Indonesia diperkirakan akan masuk dalam 30 besar negara dengan pertumbuhan perdagangan tercepat dan terbesar dalam lima tahun ke depan. Perekonomian yang dinamis, didorong oleh transformasi digital yang pesat dan investasi strategis pada infrastruktur, menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha. Namun, tantangan tetap ada karena ketidakpastian lingkungan bisnis akibat ketegangan geopolitik dan pola perdagangan yang terus berubah.
Dengan kehadiran tiga divisi utama DHL Group di Indonesia – DHL Express, DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain – para pelaku usaha dapat memanfaatkan solusi logistik menyeluruh dari hulu ke hilir, mengakses jaringan logistik global yang luas, serta mengandalkan keahlian mendalam untuk menavigasi kompleksitas perdagangan yang terus berubah. Selain itu, ketiga divisi ini secara khusus berfokus pada dukungan ekspansi sektor-sektor yang tumbuh cepat di Indonesia seperti kendaraan listrik (EV), life sciences & healthcare, serta e-commerce dan ritel.
Dukungan Logistik Terpadu untuk Pertumbuhan Indonesia
Angin Segar Geografis
“Negara tetangga Indonesia sering mendapat perhatian dalam hal ketahanan rantai pasok, tapi Indonesia sendiri memiliki banyak potensi. Pasar domestik yang besar, sumber daya manusia yang luas, dan upaya pemerintah dalam memodernisasi sektor logistik melalui platform National Logistics Ecosystem merupakan keunggulan tersendiri,” kata Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor, DHL Express Indonesia, Jumat (20/6/2025).
Ia menambahkan bahwa ada peluang pertumbuhan di luar wilayah Jabodetabek, seperti Surabaya, Semarang, Batam, dan Bali, yang menjadi alternatif menarik bagi perusahaan yang ingin mendiversifikasi rantai pasok mereka. “Lebih dari itu, kami ingin membantu merek-merek lokal Indonesia untuk berekspansi ke pasar internasional melalui e-commerce,” jelasnya.
Indonesia juga menjadi lokasi strategis sebagai hub perdagangan global, karena berdekatan dengan pasar besar di kawasan. Negara ini telah aktif dalam setidaknya 12 perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia saat ini.
DHL Group telah berinvestasi secara signifikan untuk memperkuat kapabilitas logistik dan rantai pasok di Indonesia. Saat ini, DHL memiliki lebih dari 4.000 karyawan dan sekitar 180 fasilitas yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani kebutuhan perusahaan yang berkembang pesat.
Energi Baru: Dorong Industri EV Indonesia
“Industri energi baru, terutama baterai kendaraan listrik (EV), menunjukkan peluang pertumbuhan yang luar biasa di Indonesia. Target Indonesia untuk menjadi salah satu dari tiga produsen baterai EV terbesar di dunia pada 2027 sejalan dengan fokus DHL dalam Strategi 2030.”
Sejak tahun lalu, setidaknya tujuh produsen EV telah menyatakan komitmen membangun fasilitas produksi di Indonesia. Banyak perusahaan EV asal Tiongkok juga sedang mencari mitra logistik yang dapat menghadirkan solusi logistik end-to-end yang aman dan sesuai regulasi. Dengan pengalaman DHL dalam industri otomotif bersama klien seperti Chery dan Wuling Motors, serta kapabilitas regional dan pemahaman mendalam dalam industri EV, DHL berada dalam posisi strategis untuk membantu pemain EV menjelajahi lanskap bisnis Indonesia.
DHL menawarkan solusi logistik EV end-to-end, termasuk:
Life Sciences & Healthcare
“Pasar life sciences dan healthcare (LSHC) di Indonesia besar, tetapi masih berkembang. Selama ini kita sangat bergantung pada impor, namun pemerintah mendorong kemandirian. Nilai pasar sektor farmasi diperkirakan mencapai USD 11 miliar (~EUR 9,5 miliar) pada 2025. Bagi kami, hal ini berarti berinvestasi pada infrastruktur logistik yang tepat untuk mendukung ambisi ini, seperti mengimplementasikan solusi rantai dingin khusus yang mendorong perusahaan-perusahaan untuk membangun fasilitas mereka di Indonesia,” ujar Nicholas Bongsosartono, Presiden Direktur DHL Global Forwarding Indonesia.
Untuk mendukung visi ini, DHL telah berinvestasi dalam infrastruktur logistik khusus, antara lain:
DHL Group juga mengumumkan investasi strategis sebesar €500 juta untuk memperkuat infrastruktur Life Sciences dan Healthcare di seluruh unit bisnisnya di kawasan Asia Pasifik. Dengan meluncurkan merek sektor baru “DHL Health Logistics”, seluruh keahlian DHL di sektor ini kini berada di bawah satu payung terintegrasi yang menyederhanakan manajemen rantai pasok lintas negara yang kompleks.
Pemimpin Logistik Berkelanjutan: Mitra Hijau untuk Indonesia
Ambisi DHL untuk menjadi pelopor logistik rendah karbon sejalan dengan komitmen keberlanjutan Indonesia. Pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030, Transisi menuju ekonomi rendah karbon pada 2060 atau lebih cepat, Penghentian PLTU berbasis fosil pada 2039, dan Ekspansi besar-besaran energi terbarukan
Dukungan DHL:
Keterangan Foto: (Dari kiri ke kanan) Ahmad Mohamad (Senior Technical Advisor, DHL Express Indonesia), Nicholas Bongsosartono (Presiden Direktur, DHL Global Forwarding Indonesia), Matthias Gehrsitz (Managing Director, DHL Supply Chain Indonesia)
Hashtag: #DHLThe issuer is solely responsible for the content of this announcement.