BEH_Photo_WRB_EN BERLIN/BOCHUM, JERMAN – Newsaktuell – WorldRiskReport 2025 yang dirilis oleh Bündnis Entwicklung Hilft bersama Institut Hukum Internasional untuk Perdamaian dan Konflik Bersenjata di Universitas Ruhr Bochum memfokuskan perhatian pada bencana banjir. Antara tahun 2000 hingga 2019, lebih dari 1,6 miliar orang terdampak oleh banjir, dan kerugian ekonomi mencapai lebih dari 650 miliar dolar AS, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah.

Pencegahan yang Holistik
Laporan ini menganalisis kesiapsiagaan terhadap banjir dari empat sudut pandang:
“Setiap euro yang diinvestasikan untuk pencegahan dapat menghemat banyak biaya bantuan dan rekonstruksi. Daripada bereaksi, kita harus bertindak secara preventif,” tutur Dr. Ilona Auer Frege, Direktur Eksekutif Bündnis Entwicklung Hilft.
Analisis Global Risiko Banjir
Untuk pertama kalinya, laporan ini menyajikan peta dunia mengenai risiko banjir global dan menunjukkan bahwa kurangnya kesiapan dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan, bahkan di negara-negara maju.
Di Filipina, paparan terhadap banjir dihitung hingga tingkat provinsi untuk pertama kalinya, yang mengungkapkan daerah rawan serta menyoroti pentingnya analisis risiko lokal.
Filipina Tempati Peringkat Teratas Risiko Global
WorldRiskIndex dalam laporan ini menilai risiko bencana dari 193 negara anggota PBB. Pada tahun 2025, wilayah paling berisiko masih berada di Asia dan Amerika Latin. Berikut adalah 10 negara dengan risiko tertinggi:
Informasi Pers
Temukan laporan lengkap, peta dunia, dan infografis dalam paket pers kami. Format lainnya tersedia atas permintaan. Semua data dapat diakses melalui situs web kami. Para ahli yang terlibat dalam laporan ini tersedia untuk wawancara media.
Unduh paket pers sekarang.
The issuer is solely responsible for the content of this announcement.