MAE (Vietnam’s Ministry of Agriculture and Environment) BELÉM, BRASIL – Media OutReach Newswire – Perubahan iklim menghadirkan ancaman yang semakin serius dan tidak dapat diprediksi terhadap stabilitas ekonomi global. Dengan Organisasi Meteorologi Dunia memprediksi peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, serta negosiasi iklim internasional yang berjalan lambat, banyak negara mulai mengandalkan pajak karbon, mandat rantai pasok hijau, standar teknis, dan hambatan perdagangan untuk mendorong pengurangan emisi.
Vietnam, dengan permintaan energi yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat, menghadapi peningkatan emisi gas rumah kaca (GHG), sementara urbanisasi dan ekspansi infrastruktur memberikan tekanan pada ekosistem alaminya.
Laporan Bank Dunia 2025 memperkirakan bahwa di bawah skenario RCP4.5, perubahan iklim dapat memangkas PDB Vietnam sebesar 9,1% pada 2035 dan 12,5% pada 2050. Tingkat keparahannya sudah terlihat nyata: dalam sepuluh bulan pertama 2025 saja, Vietnam mengalami 20 bencana alam yang tidak biasa intensnya, dengan estimasi kerugian sebesar VND 59,2 triliun (USD 2,25 miliar).
Meskipun menghadapi tantangan ini, Vietnam telah muncul sebagai pelopor regional dalam aksi iklim. Untuk memenuhi komitmen pentingnya di COP26 agar mencapai emisi Net Zero pada 2050, sebuah janji yang kini menjadi dasar strategi pembangunan berkelanjutan jangka panjang, Vietnam telah meluncurkan serangkaian kebijakan yang kuat. Ini termasuk Strategi Perubahan Iklim Nasional hingga 2050, Peraturan tentang Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dan Perlindungan Lapisan Ozon (No. 06/2022/ND-CP), revisi Peraturan 119/2025/ND-CP, Rencana Aksi Nasional Metana, dan cetak biru pasar karbon domestik. Kerangka kerja ini menekankan promosi energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, serta pengelolaan limbah dan emisi di sektor-sektor utama.
Prestasi Terkemuka
Tantangan yang Masih Berlanjut Menuju Net Zero
Seruan untuk Memperkuat Kerja Sama Internasional
Vietnam telah menunjukkan komitmen serius melalui kebijakan dan tindakannya. Negara ini siap menjadi mitra yang andal, transparan, dan berbasis sains. Namun, untuk mempercepat transisi hijau yang adil dan inklusif, dukungan internasional yang kuat sangat diperlukan, bukan hanya sebagai bagian dari Prinsip Tanggung Jawab Bersama tapi Berbeda (CBDR), tetapi juga sebagai peluang investasi strategis. Dukungan dalam pembiayaan, transfer teknologi, dan tata kelola akan menjadi kunci untuk membuka potensi Vietnam mencapai Net Zero pada 2050, melindungi rakyat dan ekosistemnya, sambil mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menginspirasi transisi adil secara global.
Hashtag: #MAEThe issuer is solely responsible for the content of this announcement.