BUKITBATU (MR) – Suasana haru dan bangga menyelimuti Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Riau, pada malam pembukaan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III, beberapa hari lalu di panggung utama halaman anggar SMAN 1 Bukit Batu.
Di hadapan ribuan penonton dan para peserta lomba, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, secara resmi mendeklarasi dan mengukuhkan Desa Sejangat sebagai Kampung Seni dan Budaya.
Deklarasi bersejarah ini disaksikan oleh sejumlah pejabat dan tokoh terkemuka, antara lain Anggota DPRD Bengkalis Febriza Luwu (yang juga Ketua Dewan Pembina Kacip Tembaga), Camat Bukit Batu Acil Esyno, S.STP, M.Si, Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani, Kepala Desa Sejangat Rahmad Iwandi,SH, Kepala SMAN 1 Bukit Batu Lukman Hakim, M.Pd, Wakil Ketua I BAZnas Kabupaten Bengkalis Risman Hambali, ME serta para tokoh adat, pendidikan, dan masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan menyeluruh dari seluruh komponen masyarakat terhadap upaya pelestarian budaya.
Dalam sambutannya, Datuk Erwin menyatakan bahwa penetapan ini didasari oleh kekayaan dan keaslian seni budaya Melayu yang masih sangat terjaga di Desa Sejangat.
“Desa ini adalah permata yang melahirkan banyak seniman dan budayawan Riau terkemuka, seperti Datuk Ridho Fatwandi, Datuk Zalfandri Zainal, dan Datuk Jefri Al Malay. Selain itu seni dan budaya Melayu masih terjaga secara original, merupakan Warisan leluhur yang harus kita jaga sebagai identitas dan jiwa kita,” ujarnya penuh semangat.
Desa Sejangat Tuan Rumah Tetap Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana
Sebagai bentuk komitmen, Rumah Budaya Kacip Tembaga juga menetapkan Desa Sejangat sebagai Tuan Rumah Tetap untuk penyelenggaraan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana setiap tahunnya. Keputusan ini disambut dengan gemuruh tepuk tangan dan sukacita oleh warga.
Dukungan dan Rasa Syukur dari Pimpinan Daerah
Kepala Desa Sejangat, Rahmat Iwandi, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan yang mendalam.
“Ini adalah kehormatan besar bagi kami. Deklarasi ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja keras kita bersama untuk lebih menggali, merawat, dan mengembangkan seni budaya Melayu di tanah kami. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan Desa Sejangat sebagai rumah yang nyaman bagi semua seni dan tradisi,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, Rabu (07/01/2026).
Dukungan serupa disampaikan oleh Camat Bukit Batu, Acil Esyno, S.STP, M.Si, yang ternyata juga adalah warga Desa Sejangat.
“Sebagai camat dan sebagai warga Sejangat, saya merasa sangat terharu dan bangga. Langkah ini adalah pengakuan atas kearifan lokal yang telah dipertahankan turun-temurun oleh masyarakat kita. Pemerintah Kecamatan akan berjalan beriringan dengan semua pihak untuk memastikan Kampung Seni dan Budaya ini benar-benar hidup dan memberi manfaat ekonomi-sosial bagi warganya, untuk itu kami mendukung deklarasi Rumah Budaya Kacip Tembaga ini," tuturnya dengan penuh keyakinan.
Malam yang penuh makna dan haru itu menjadi saksi sejarah yang tidak terlupakan. Deklarasi dan pengukuhan Kampung Seni dan Budaya disaksikan dan didukung secara simbolis oleh seluruh unsur masyarakat dan pemerintah yang hadir, termasuk Kepala Desa Sejangat Rahmat Iwandi beserta Ketua TP PKK Nova Fitria, Camat Bukit Batu Acil Esyno, Anggota DPRD Febriza Luwu, Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani, perwakilan LAMR Wan Muhammad Sabri, Ketua IKMR Aldasir, perwakilan IKJR Rahman, M.Pd, Wakil Ketua BAZnas Risman Hambali.
Selain itu hadir juga Koordinator Balai Penyuluhan KB Kecamatan Bukit Batu Tri Kurnia, S.Hum yang juga Puan Rumah Budaya Kacip Tembaga , serta Kepala SMAN 1 Bukit Batu Lukman Hakim beserta majelis guru. Hadir pula para tokoh masyarakat dan adat seperti Datuk Syahrial, Datuk Ujang Effendi, dan Ustadz Lutfi.
Disaksikan juga oleh seluruh pengurus inti Rumah Budaya Kacip Tembaga seperti Sekretaris Datuk Supriandy, Bendahara Datuk Wawan Irnawan, Timbalan Datuk Andhika, dan para dewan penasehat Datuk Ridho Farwandy, Datuk Zalfandri Zainal, Datuk Ibenk Arrekan dan Datuk Jefri Al Malay.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh semua pihak, Desa Sejangat kini menapaki peran barunya sebagai benteng budaya Melayu Riau yang kokoh, siap merawat warisan leluhur untuk anak cucu di masa depan.