PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tutup Pelatihan Upskilling Basic Safety BK3N 2026


Dibaca: 5824 kali 
Rabu, 04 Februari 2026 - 18:30:45 WIB
PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tutup Pelatihan Upskilling Basic Safety BK3N 2026 Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU II Dumai, bersama Jajaran dan peserta.

DUMAI (MR) – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai secara resmi menutup kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Upskilling Basic Safety BK3N Tahun 2026 pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Penutupan pelatihan dilakukan oleh General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Iwan Kurniawan, yang diwakili oleh Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU II Dumai, Ir. Syahrial Okzani, ST, MT, MPr, IPU, Asean Eng.

Dalam sambutannya, Syahrial menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.

“Kota Dumai merupakan kawasan industri strategis dengan aktivitas yang tinggi. Karena itu dibutuhkan tenaga keselamatan kerja yang andal dan berdaya saing. Profesi safetyman memiliki peran penting dalam pengelolaan risiko serta penerapan standar keselamatan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, program upskilling ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Ring I, agar mampu meningkatkan kualitas diri dan berdaya saing di wilayahnya sendiri.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut menyasar masyarakat umum, terutama generasi muda yang berminat menekuni karier di bidang keselamatan kerja. Para peserta dibekali pengetahuan dasar K3 sebagai bekal untuk bekerja secara aman sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang selamat.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi materi, diskusi, serta tanya jawab yang berlangsung interaktif bersama para narasumber.

Materi pelatihan difokuskan pada penerapan K3 di sektor industri migas. Peserta memperoleh pemahaman mengenai regulasi keselamatan kerja dari perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Selain itu, tim internal HSSE RU Dumai memberikan pembekalan terkait implementasi HSSE, penanganan kondisi darurat, serta pengendalian risiko kerja di lingkungan Pertamina.

Menurut Syahrial, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, di mana keterampilan teknis harus berjalan seiring dengan kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan.

“Program ini penting bagi peserta yang baru memasuki dunia kerja maupun yang sudah bekerja di lingkungan berisiko tinggi, agar lebih siap menghadapi potensi bahaya dan patuh terhadap standar keselamatan industri,” jelasnya.

Ke depan, PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur efektivitas serta dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi peserta. Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan program pengembangan SDM secara berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.

“Kami berharap peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, mengenali potensi bahaya di tempat kerja, mematuhi prosedur keselamatan, serta berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan industri,” tutup Syahrial. (*)