MBG Bukan Program Biasa, Akhmad Khadafi: Ini Fondasi Kuat Ekonomi Indonesia


Dibaca: 107 kali 
Jumat, 17 April 2026 - 10:57:43 WIB
MBG Bukan Program Biasa, Akhmad Khadafi: Ini Fondasi Kuat Ekonomi Indonesia

Di tengah beragam perdebatan publik, Program MBG justru menuai pandangan optimistis dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Akhmad Khadafi, tokoh pemuda Riau, yang melihat program tersebut sebagai pemantik kebangkitan sektor riil, terutama di akar rumput.

Dalam pandangannya, MBG bukan sekadar program biasa, melainkan titik balik bagi penguatan ekonomi kerakyatan. Ia menilai geliat mulai terasa di sektor pertanian dan peternakan, yang selama ini kerap berada di posisi rentan.

“Jika dijalankan secara konsisten dan tepat sasaran, MBG mampu menghidupkan kembali denyut pertanian dan peternakan lokal. Ini bukan hanya soal produksi, tapi soal kesejahteraan masyarakat kecil,” ujar Akhmad Khadafi.

Menurutnya, dampak positif mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas petani dan peternak yang kembali bergairah mengelola usaha mereka. 

Permintaan yang tumbuh menciptakan siklus ekonomi baru dari desa ke kota yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja.

Tak hanya itu, Akhmad Khadafi juga menyoroti efek domino dari program tersebut terhadap ekonomi kerakyatan. Ia menyebut, ketika sektor dasar seperti pertanian dan peternakan bergerak, maka pelaku usaha kecil, distribusi lokal, hingga pasar tradisional ikut terdorong.

“Ini adalah fondasi ekonomi bangsa. Ketika desa bergerak, Indonesia ikut bergerak,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan MBG tidak boleh membuat pemerintah lengah. Pengawasan ketat, transparansi, serta keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil harus tetap menjadi prioritas agar manfaatnya tidak melenceng dari tujuan awal.

Di tengah tantangan global dan tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya reda, pandangan Akhmad Khadafi menjadi angin segar sebuah harapan bahwa dari sektor paling dasar, kebangkitan ekonomi nasional dapat benar-benar dimulai.