Lampu PJU Banyak Mati, Warga Dumai Keluhkan Minimnya Anggaran Penerangan Jalan


Dibaca: 923 kali 
Senin, 05 Oktober 2026 - 16:58:15 WIB
Lampu PJU Banyak Mati, Warga Dumai Keluhkan Minimnya Anggaran Penerangan Jalan Net/Ilustrasi

DUMAI (MR) – Pelayanan penerangan jalan umum (PJU) bagi masyarakat Kota Dumai kembali menjadi sorotan. Sejumlah lampu penerangan jalan di berbagai kawasan dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak kunjung diperbaiki.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga, terlebih setelah adanya informasi bahwa anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan PJU pada tahun 2026 tidak lagi tersedia. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Dumai menjadi minim penerangan pada malam hari.

Patahuddin, warga Kelurahan Bumi Ayu, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan alasan banyaknya lampu PJU yang mati, sementara keberadaan penerangan jalan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Saya heran kenapa lampu jalan PJU selalu mati. Padahal sering mati, dan setelah saya hubungi dinas terkait, katanya tidak ada anggaran untuk perbaikan,” kata Patahuddin kepada Monitor Riau, Senin (5/10).

Menurut Patahuddin, persoalan anggaran PJU perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia menyinggung pendapatan BPJT tahun 2025 yang disebut mencapai sekitar Rp53 miliar.

Ia juga merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 yang, menurutnya, mengatur adanya alokasi sebesar 10 persen dari BPJT untuk fasilitas penerangan jalan umum (PJU).

“Ini undang-undang yang mengatakan dan diperkuat oleh Perda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai, Said, selaku instansi yang berkaitan dengan pengelolaan fasilitas PJU, membenarkan bahwa anggaran untuk pelayanan PJU pada 2026 tidak lagi tersedia.

Menurut Said, penanganan PJU pada tahun ini tidak lagi menjadi skala prioritas pemerintah daerah karena adanya fokus anggaran terhadap persoalan lain, khususnya penanggulangan banjir.

“Khidmat penerangan untuk tahun 2026 dianggap selesai. Sekarang fokus ke penanggulangan banjir. Ini arahan yang saya terima,” kata Said.

Said juga menyarankan agar persoalan terkait ke mana anggaran PJU dialokasikan ditanyakan kepada pihak yang berwenang dalam pembahasan dan penganggaran APBD Kota Dumai.

“Untuk lebih jelasnya, ke mana anggaran PJU tersebut, silakan tanyakan kepada ketua Banggar APBD tahun 2026,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Fahmi Rizal, yang dikonfirmasi terkait persoalan anggaran PJU dan kondisi lampu penerangan jalan yang banyak mengalami kerusakan, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Persoalan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap pemerintah Kota Dumai dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kebijakan anggaran PJU tahun 2026, termasuk realisasi dan penggunaan dana yang sebelumnya diperuntukkan bagi fasilitas penerangan jalan umum.

Masyarakat juga berharap lampu-lampu PJU yang mati segera diperbaiki, mengingat penerangan jalan berkaitan langsung dengan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan warga dan pengguna jalan pada malam hari. (UJ)