Foto: Istimewa DUMAI (MR) – Masyarakat Senepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau, mempertanyakan kepastian realisasi rencana normalisasi parit di kawasan Jalan PU yang sebelumnya disebut akan dilaksanakan oleh PT Suntara Gaja Pati (SGP) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Memasuki Selasa (13/10/2026), warga mengaku masih menunggu tindak lanjut atas rencana tersebut. Pasalnya, normalisasi parit yang menurut keterangan masyarakat sempat dijadwalkan pada Agustus 2026 hingga kini belum terlihat terealisasi di lapangan.
Persoalan ini kembali menjadi perhatian warga seiring memasuki musim hujan. Masyarakat khawatir saluran air yang membutuhkan penanganan dapat memperparah genangan di sekitar jalan, terlebih kondisi akses jalan tanah di kawasan tersebut dilaporkan berlumpur dan becek.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima, sejumlah bagian Jalan PU tampak digenangi air. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan mobilitas warga yang menggunakan jalur itu untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama ketika hujan turun dan genangan semakin meluas.
Bagi masyarakat setempat, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut rencana kegiatan CSR, melainkan juga berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dasar yang mendukung kelancaran akses transportasi dan kenyamanan lingkungan.
Salah seorang warga Senepis menuturkan, pihak perusahaan sebelumnya disebut telah menyampaikan rencana pemberian bantuan CSR berupa normalisasi parit pada Juni 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut, menurut keterangan warga, direncanakan berlangsung pada Agustus tahun yang sama.

Namun, setelah melewati jadwal yang disebutkan, masyarakat mengaku belum melihat adanya pelaksanaan normalisasi sebagaimana yang diharapkan.
“Pada Juni kemarin, pihak perusahaan berjanji akan memberikan CSR berupa normalisasi parit pada Agustus. Sekarang sudah Oktober, tetapi belum juga terealisasi. Sementara musim hujan sudah tiba dan masyarakat khawatir banjir serta kondisi jalan semakin rusak,” ungkap seorang warga.
Warga berharap rencana tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi disertai kejelasan mengenai tahapan pelaksanaan, jadwal pekerjaan, serta bentuk penanganan yang akan dilakukan di lokasi.
Meski demikian, belum terdapat keterangan terkonfirmasi mengenai penyebab belum terlaksananya kegiatan tersebut. Belum diketahui pula apakah rencana normalisasi masih berjalan sesuai perencanaan awal atau mengalami perubahan jadwal.
Normalisasi parit dinilai menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan untuk membantu memperlancar aliran air, terutama apabila saluran mengalami pendangkalan, penyumbatan, atau tidak mampu menampung limpasan air saat hujan.
Dalam kondisi tertentu, saluran drainase yang tidak berfungsi optimal dapat menyebabkan air bertahan lebih lama di sekitar badan jalan. Jika terjadi berulang kali, genangan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan memperburuk kondisi permukaan jalan tanah.
Kendati demikian, penyebab genangan di Jalan PU belum dapat dipastikan hanya berdasarkan dokumentasi yang tersedia. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi saluran, arah aliran air, elevasi jalan, serta kemungkinan faktor lain yang memengaruhi terjadinya genangan.
Karena itu, masyarakat berharap penanganan tidak hanya berfokus pada normalisasi parit, tetapi juga mempertimbangkan kondisi jalan secara menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan agar upaya yang dilakukan nantinya sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Warga juga menginginkan agar persoalan ini mendapat perhatian sebelum intensitas hujan meningkat. Mereka khawatir apabila tidak ada penanganan yang jelas, kondisi jalan yang berlumpur dan tergenang dapat semakin menghambat aktivitas masyarakat.
Bagi masyarakat Senepis, kepastian mengenai rencana CSR PT SGP menjadi hal penting. Selain menyangkut kebutuhan perbaikan lingkungan, kejelasan informasi dinilai dapat mencegah berkembangnya berbagai spekulasi mengenai kelanjutan program yang sebelumnya disebut telah direncanakan.
Warga berharap perusahaan dapat menyampaikan perkembangan terbaru secara terbuka, termasuk status rencana normalisasi, kemungkinan perubahan jadwal, serta tahapan yang perlu dilalui sebelum pekerjaan dimulai.
Apabila terdapat kendala teknis, administratif, atau pertimbangan lain yang menyebabkan pekerjaan belum dilaksanakan, masyarakat berharap penjelasan tersebut dapat disampaikan secara langsung agar warga memperoleh informasi yang jelas.
Komunikasi antara perusahaan dan masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan bahwa kebutuhan warga dapat dipahami secara tepat. Dengan adanya komunikasi yang baik, rencana penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi aktual serta prioritas kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari PT Suntara Gaja Pati mengenai perkembangan rencana normalisasi parit di Jalan PU, termasuk alasan belum terlihatnya pelaksanaan kegiatan sebagaimana disampaikan warga.
Oleh karena itu, konfirmasi dari pihak perusahaan diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai status program CSR tersebut. Penjelasan perusahaan juga penting untuk memastikan apakah kegiatan masih berada dalam tahap perencanaan, menunggu proses tertentu, atau telah dijadwalkan ulang.
Di sisi lain, pemerintah setempat juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait untuk meninjau kondisi jalan serta saluran air di kawasan Senepis. Peninjauan lapangan dapat membantu mengidentifikasi penyebab genangan dan menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai.
Koordinasi tersebut penting agar penanganan persoalan infrastruktur tidak hanya bergantung pada satu rencana kegiatan, tetapi dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan kewenangan masing-masing pihak.
Masyarakat Senepis berharap persoalan normalisasi parit di Jalan PU memperoleh tindak lanjut yang jelas. Mereka menginginkan adanya kepastian jadwal dan komunikasi terbuka dari pihak perusahaan, sehingga masyarakat mengetahui perkembangan rencana yang sebelumnya disampaikan.
Warga juga berharap penanganan dilakukan sebelum kondisi jalan semakin sulit dilalui akibat genangan dan lumpur. Bagi mereka, kelancaran akses jalan dan berfungsinya saluran air merupakan bagian penting dari kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat diabaikan.
Realisasi rencana tersebut, apabila dikonfirmasi dan dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi lingkungan serta mendukung mobilitas masyarakat.
Pada akhirnya, masyarakat berharap komunikasi antara PT SGP, pemerintah setempat, dan warga dapat menghasilkan solusi konkret. Kepastian informasi, pemeriksaan kondisi lapangan, serta tindak lanjut yang terukur menjadi hal penting agar persoalan genangan dan akses jalan di Senepis tidak berlarut-larut. (*)
Penulis : Riko