Nyaris sama dengan insiden Madinah dan Qatif, ledakan di Jeddah dilakukan di depan masjid yang kebetulan bersebalahan dengan Kantor Konsulat Amerika Serikat. Akibat ledakan itu, dua petugas keamanan konsulat mengalami luka-luka.
Saksi mata di Jeddah mengatakan pelaku mengendarai mobil dalam kecepatan pelan sebelum kemudian meledakkan diri, seperti dilaporkan Kantor Berita AFP. Petugas Konsulat AS segera diamankan ke bangunan lain akibat ledakan tersebut.
Selanjutnya, menjelang maghrib, bom meledak di depan Masjid Jami Qatif yang menjadi tempat ibadah minoritas muslim Syiah Arab Saudi. Pelaku meledakkan dirinya persis di halaman depan masjid, namun tidak warga menjadi korban.
"Saya bisa melihat bagian tubuh berserakan. Hampir pasti ini bom bunuh diri," kata Nasima al-Sada selaku saksi mata di Qatif, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Dalam waktu berdekatan, saat salat maghrib, mobil yang terparkir di pelataran Masjid Nawabi meledak. Otoritas Kerajaan Petro Dollar sementara ini menyatakan insiden di masjid suci Kota Madinah itu sebagai aksi bom bunuh diri.
Stasiun televisi Al Arabiya menyatakan saksi melihat pengendara mobil sempat mendekati petugas keamanan masjid Nabawi sebelum terjadi ledakan. Masjid Nabawi adalah masjid tersuci kedua di dunia dalam ajaran Islam, karena didirikan langsung oleh Nabi Muhammad.
Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa ataupun luka dari insiden di Madinah maupun Qatif, kecuali para pelaku. Pemerintah Saudi juga belum memberikan pernyataan mengenai dugaan pelaku.
Sejak 2014 Saudi mengalami rentetan kasus bom bunuh diri yang didalangi oleh militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) maupun Al Qaidah Yaman. Rata-rata target para militan adalah masjid-masjid kelompok Syiah yang berada di kawasan timur Negeri Petro Dollar itu.(red/mdk)