Waduh...! Riau Sumbang Asap Lagi ke Singapura


Dibaca: 9827 kali 
Sabtu, 27 Agustus 2016 - 16:43:45 WIB
Waduh...! Riau Sumbang Asap Lagi ke Singapura

PEKANBARU (MR) - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau makin bertambah. Berdasarkan pantauan udara dan Satuan Petugas (Satgas) darat titik panas (hotspot) makin banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

"Daerah Pujud dan Bagan Sinembah di Rohil saat ini terdapat banyak titik panas. Belum lagi di Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu (Rohul) dan Dumai," sebut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilis pada Jumat (26/8/2016).

Satelit dari Lapan melaporkan ada 17 titik di Riau pada Jumat pagi. Sedangkan dari Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan (level confidence) lebih dari 50 persen yaitu di Rokan Hilir 44, Bengkalis 17, Siak 4 dan Rokan Hulu 2  titik.

"Data hostpot ini sesuai dengan hasil patroli udara di lapangan. Asap cukup pekat mengepul dari lokasi hotspot," sebutnya.

Berdasarkan analisis sebaran hotspot, arah angin, sebaran asap dari satelit dan kualitas udara menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan di Riau terbawa angin ke arah Timur-Tenggara-Timur Laut hingga mencapai Singapura.

Konsentrasi asap terpantau masih cukup tipis. Arah angin di atmosfer Riau dominan bergerak dari Barat-Barat Laut ke arah Timur-Tenggara, yang kemudian di sekitar barat Singapura mengarah ke Timur Laut.

"Ini adalah pola pergerakan angin pada musim kemarau di Riau yang selalu dikhawatirkan membawa asap dari Riau ke Singapore seperti halnya pada tahun 2013, 2014 dan 2015," ujarnya.

Analisis citra satelit Himawari dari BMKG menunjukkan bahwa sebaran asap di Riau menyebar ke timur pada 26/8/2016 pukul 12.40 WIB dan 14.20 WIB.

Begitu pula analisis dari citra satelit Modis dari NASA juga menunjukkan bahwa sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di Riau telah menjangkau wilayah di Riau dengan konsentrasi yang tipis.

"Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bau asap kebakaran hutan dan lahan yang dirasakan oleh masyarakat Singapura seperti halnya yang dimuat banyak media, bersumber dari kebakaran hutan dan lahan dari Riau," katanya.

Kualitas udara di Singapore untuk PM10 masih tergolong Baik (Good), sedangkan untuk PM2,5 sudah Tidak Sehat (unhealthy). Terukur kualitas udara PM2,5 di beberapa wilayah di Singapore berkisar antara 215-217 psi yang artinya tidak sehat pada Jumat (26/8/2016) pukul 13.00 WIB.

Udara dikatakan Sehat jiwa PM2.5 berkisar 65-88 psi, Baik (89-100 psi), Sedang (101-200 psi), dan Tidak Sehat (151-250 psi).

"Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan. Sebanyak 7.200 personil satgas darat dan satgas udara dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,"sebutnya seperti dilansir halloriau.

BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat Casa untuk hujan buatan. Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.