Warga Sumbar Tolak LGBT


Dibaca: 2101 kali 
Ahad, 18 November 2018 - 12:48:01 WIB
Warga Sumbar Tolak LGBT

MONITORRIAU.COM - Ribuan masyarakat Kota Padang tumpah ruah di kawasan Gor H Agus Salim Padang untuk menghadiri deklrasi Padang Anti Maksiat dan long march tolak LGBT, Minggu (18/11/2018) pagi.

Tak hanya masyarakat, bahkan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintahan Kota Padang, turut hadir pada acara yang digelar hingga siang tersebut.

Di Gor H Agus Salim Padang, tampak ribuan massa membentang berbagai spanduk berisi kecaman terhadap pelaku maksiat dan LGBT di kawasan Car Free Day tersebut.

Spanduk berbagai ukuran itu di antaranya berisi tulisan 'Persatuan Mak-Mak Indonesia Tidak Ada Tempat Untuk LGBT' dan 'Kami Takut Azab Allah, Tolak LGBT Sumbar', 'LGBT Go To Hell' dan 'LGBT Tempatnya Bukan di Sumbar'

Kemudian, juga ada spanduk lainnya berisi tulisan 'Usir Mereka Kaum LGBT' dan 'Lu yang Maksiat Kami yang Kenak!!! Kampr**t... 'Tolak LGBT di Sumbar' dan 'Ayo Bersama Perangi Maksiat'.

Selama deklarasi berlangsung, juga ada kegiatan tausyah yang disampaikan Ustaz Zulkifli Mahammad Ali, Lc yang akrab disebut sebagai "Ustadz Akhir Zaman", dan Ustaz Shamsi Ali yang juga Imam Masjid di New York, Amerika Serikat yang berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kemudian di samping itu, juga ada penandatanganan petisi 'Deklarasi Padang Bersih Maksiat' yang diteken oleh OKP, Ormas, Bundo Kanduang, Organisasi Sosial, Forkopimda, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Budaya.

Setelah penaandatangan petisi, kegiatan dilanjutkan dengan long march sejauh lebih kurang 5 KM yang dimulai dari Gor H Agus Salim Padang, kemudian menuju SMA Negeri 2 Padang, terus ke Jalan Veteran-Ahmad Yani-Jenderal Sudirman.

Setiba di Jalan Jenderal Sudiman, massa kemudian berkumpul di Kantor Gubernur Sumbar.

Selama long march dari Gor ke Kantor Gubernur, ribuan massa juga menyuarakan berbagai orasi tolak maksiat dan LGBT di Sumbar.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya meminta agar ppelaku makaiat dan LGBT untuk bertobat.

Pelaku maksiat dan LGBT tak layak berada di Padang, dan Sumbar umumnya.

"Mulai hari ini saya ingatkan untuk para pelaku maksiat dan LGBT untuk segera bertobat. Bertobatlah, karena Anda semua akan berhadapan dengan seluruh pihak yang ada di daerah ini," kata Walikota Padang.

Ke depan, Pol PP Padang akan semakin gencar melakulan razia. Kaalau perlu setiap hari dilakukan operasi pemberantasan maksiat dan LGBT, supaya Padang bersih dari makaiat dan LGBT.

"Untuk mewujudkan itu, saya akan tambah jumlah personil Pol PP mulai tahun 2019 mendatang, agar upaya membersihkan Padang jadi LGBT dan maksiat bisa maksimal," ujarnya.