Foto: Istimewa DUMAI (MR) – Harapan untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayah pelosok Kota Dumai mulai mendapat angin segar. Sebanyak dua kelompok tani di kawasan Senepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, menerima bantuan benih padi varietas Logawa melalui program pengadaan benih padi inbrida Tahun Anggaran 2026.
Penyaluran bantuan yang dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026) tersebut menyasar Kelompok Tani Senepis Sumber Tani dan Kelompok Tani Senepis Makmur. Bantuan ini diharapkan menjadi dorongan bagi para petani untuk meningkatkan aktivitas bercocok tanam sekaligus memperkuat potensi pertanian di wilayah Senepis.
Berdasarkan dokumentasi penyaluran, Kelompok Tani Senepis Sumber Tani tercatat menerima bantuan sebanyak 210 kilogram benih padi. Sementara itu, bantuan juga disalurkan kepada Kelompok Tani Senepis Makmur.
Program tersebut merupakan kegiatan pengadaan benih padi inbrida Satker Pusat Tahun Anggaran 2026 melalui PT Doa Bangsa Agrobisnis dengan varietas Logawa.
Penyerahan bantuan didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Batu Teritip, Andi Ratmiko, SP, bersama Lurah Batu Teritip, Firmanto, S.Sos.
Bagi masyarakat Senepis, bantuan benih padi tersebut bukan sekadar penyaluran sarana produksi pertanian. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang selama ini berupaya mengembangkan sektor pertanian di tengah berbagai keterbatasan wilayah.
Kondisi geografis dan aksesibilitas yang menjadi tantangan di kawasan Senepis membuat pengembangan pertanian membutuhkan dukungan lebih dari berbagai pihak. Tidak hanya ketersediaan benih, tetapi juga pupuk, pendampingan teknis, sarana produksi, hingga infrastruktur penunjang kegiatan pertanian.
Karena itu, bantuan benih yang diterima kelompok tani diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan lahan pertanian secara lebih produktif.
Ketua Kelompok Tani Senepis Sumber Tani, Zainal Arifin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Dinas Pertanian, atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat petani di wilayah Senepis.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan bagi para petani untuk terus berupaya mengembangkan sektor pertanian di daerah mereka.
"Kami sebagai masyarakat petani berterima kasih kepada Dinas Pertanian yang sudah memperhatikan kami petani di Senepis. Dengan adanya bantuan bibit ini, kami berharap ke depannya pemerintah semakin memperhatikan kebutuhan para petani," ungkap Zainal Arifin.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap kelompok tani di Senepis tidak hanya melalui bantuan benih, tetapi juga berlanjut dalam bentuk program pendukung lainnya yang benar-benar dibutuhkan petani.
Pasalnya, keberhasilan kegiatan pertanian tidak hanya ditentukan oleh tersedianya benih, melainkan juga dipengaruhi oleh kesiapan lahan, ketersediaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta pendampingan selama proses budidaya hingga masa panen.
Sementara itu, Lurah Batu Teritip, Firmanto, S.Sos, menyambut baik penyaluran bantuan benih padi kepada kelompok tani di wilayahnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat.
"Mudah-mudahan bantuan bibit padi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga nantinya dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan para kelompok petani," ujar Firmanto.
Menurutnya, bantuan pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima. Oleh karena itu, kelompok tani diharapkan memiliki komitmen untuk mengelola bantuan secara baik, mulai dari proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
Optimalisasi pemanfaatan benih juga menjadi faktor penting agar program bantuan tidak sekadar terlaksana secara administratif, tetapi mampu menghasilkan kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Dukungan pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, serta instansi teknis terkait juga diperlukan untuk memastikan kelompok tani memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, kehadiran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Batu Teritip, Andi Ratmiko, SP, menjadi bagian dari upaya mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat petani.
Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam membantu petani meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya. Pendampingan diperlukan agar bantuan benih yang diterima dapat digunakan sesuai anjuran teknis dan kondisi lahan.
Selain itu, penyuluh juga dapat menjadi penghubung antara kelompok tani dengan pemerintah, khususnya dalam menyampaikan kebutuhan, kendala, serta potensi pengembangan pertanian di wilayah binaan.
Sinergi antara penyuluh pertanian, pemerintah kelurahan, kelompok tani, dan Dinas Pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan program pertanian.
Dengan koordinasi dan pendampingan yang berkelanjutan, kelompok tani diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan bantuan yang tersedia, tetapi juga semakin mandiri dalam mengelola kegiatan usaha tani.
Meski penyaluran benih padi menjadi kabar baik bagi masyarakat petani Senepis, kebutuhan pengembangan pertanian di wilayah tersebut masih cukup luas.
Petani membutuhkan perhatian dalam berbagai aspek, mulai dari ketersediaan benih unggul, pupuk, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pendampingan penyuluh, hingga dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Ketersediaan akses terhadap program pemerintah juga menjadi hal penting agar kelompok tani di wilayah yang relatif jauh dari pusat perkotaan tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan usaha pertanian.
Keberlanjutan program menjadi perhatian tersendiri. Sebab, kelompok tani tidak cukup hanya dibentuk dan menerima bantuan, tetapi juga perlu diperkuat dari sisi kelembagaan, kemampuan pengelolaan usaha tani, serta akses terhadap berbagai program pemberdayaan.
Potensi pertanian di Kelurahan Batu Teritip, khususnya kawasan Senepis, diharapkan dapat menjadi salah satu peluang pengembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Sembilan.
Apabila didukung dengan program yang tepat, pendampingan teknis, serta sarana produksi yang memadai, sektor pertanian berpeluang menjadi salah satu sumber penghidupan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penyaluran bantuan kepada Kelompok Tani Senepis Sumber Tani dan Kelompok Tani Senepis Makmur diharapkan menjadi awal dari penguatan sektor pertanian di kawasan Senepis.
Bagi para petani, keberhasilan bantuan ini nantinya tidak hanya dilihat dari jumlah benih yang diserahkan, tetapi juga dari bagaimana benih tersebut ditanam, dirawat, tumbuh dengan baik, hingga menghasilkan panen yang memberikan manfaat ekonomi.
Harapan masyarakat pun sederhana, yakni agar perhatian pemerintah terhadap petani di wilayah Senepis dapat terus berlanjut. Mereka ingin memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan lahan pertanian, meningkatkan hasil produksi, dan membangun kehidupan ekonomi keluarga yang lebih baik.
Di tengah berbagai keterbatasan, para petani Senepis tetap menyimpan optimisme. Mereka percaya bahwa dengan dukungan pemerintah, pendampingan penyuluh, dan kerja keras kelompok tani, potensi pertanian di wilayah mereka dapat terus berkembang.
Sebab, 210 kilogram benih padi bukan sekadar angka dalam laporan penyaluran bantuan. Di tangan para petani, benih tersebut menjadi awal dari sebuah harapan: menjadikan tanah Senepis lebih produktif, menghasilkan pangan, dan membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah pelosok Kota Dumai. (*)
Penulis: Riko F Sitompul