Kontribusi Pertamina Tangani Covid-19 di Riau dan Jambi Capai Rp 1,8 Miliar
Pandemi COVID-19 di Indonesia merupakan bagian dari pandemi penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2). Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus Covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang.
Sudah lebih dari tujuh bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Namun, hingga saat ini pemerintah terus berupaya mengendalikan laju penularan virus corona. Penularan Covid-19 itu masih terjadi di masyarakat. Akibatnya, jumlah kasus Covid-19 terus bertambah hingga hari ini. Berdasarkan data pemerintah hingga Kamis (29/10/2020) pukul 11.15 WIB, total kasus positif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 404.048 orang.
Sebagai komitmen nyata kepada Pemerintah, PT. Pertamina (Persero) melalui program Pertamina Peduli telah jalankan berbagai program sosial sebagai wujud kontribusi terhadap upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Tercatat per 31 Agustus 2020, Pertamina telah menyalurkan bantuan sebesar Rp. 1,4 Triliun.
Di Provinsi Riau dan Jambi yang tergabung ke dalam klaster Pertamina Peduli wilayah Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng), Pertamina telah salurkan bantuan lebih dari Rp 1,8 Miliar yang disalurkan melalui unit operasi maupun beberapa anak usaha Pertamina.
“Total bantuan yang telah kita salurkan di wilayah Riau dan Jambi Rp. 1.856.253.512,- per 30 September 2020. Bantuan tersebut wujud kepedulian kita (Pertamina,red) dalam penanggulangan Covid-19 yang tengah melanda Indonesia, khususnya yang berada di wilayah operasional kita,” ungkap Koordinator Klaster Pertamina Peduli Wilayah Sumbagteng sekaligus Unit Manager Communication, Relations dan CSR RU II Dumai, Brasto Galih Nugroho.
Ia menyampaikan keseluruhan bantuan yang disampaikan adalah dalam bentuk barang guna memudahkan para penerima bantuan dalam menggunakan barang-barang khususnya Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan Covid-19 yang beberapa waktu lalu sempat sulit ditemui di pasaran.
Beberapa bantuan yang telah disalurkan dalam bentuk barang diantaranya, 20.080 masker medis, 16.955 masker kain non-medis, 15.388 sarung tangan medis, 1.180 pelindung wajah atau face shield, 1.234 baju hazmat, 140 sepatu boot medis, 235 kacamata google, 5.459 paket sembako, 2.345 paket nutrisi dan makanan, 57 wastafel portable, 47 thermometer gun, 465 liter hand sanitizer, 200 buku edukasi Covid-19 dan 81 kegiatan penyemprotan disinfektan.
“Kami telah menyalurkan berbagai bantuan ini kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 serta melibatkan pihak terkait seperti Rumah Sakit Rujukan Covid-19, puskesmas, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten hingga aparat pemerintah di tataran Kecamatan dan Kelurahan serta masyarakat umum, masyarakat rentan dan terdampak dan lainnya,” kata Brasto.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dalam beberapa kesempatan juga dilaksanakan kerjasama dengan instansi terkait maupun mitra binaan dalam produksi bantuan seperti kerjasama dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kota Dumai dalam pembuatan masker non-medis dan pelindung wajah (face shield), Mitra Binaan Program CSR dalam pembuatan masker non-medis serta mitra binaan Program Kemitraan dalam penyediaan bantuan konsumsi untuk tenaga medis.
“Dalam penyaluran bantuan, kami selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintahan setempat. Hal ini dilakukan agar bantuan yang kami salurkan dapat tepat guna dan tepat sasaran karena disesuakan dengan kebutuhan daerah setempat serta sesuai dengan strategi penanganan Covid-19 yang dimotori oleh Pemerintah,” imbuh Brasto.
Terkait penyaluran di masing-masing daerah, Brasto menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan unit operasi maupun anak perusahaan Pertamina. Untuk Klaster Wilayah Sumbagteng penyaluran bantuan dijalankan oleh unit operasi yakni Pertamina RU II, Kantor Sales Area Riau, Integrated Terminal Dumai, Fuel Terminal Sei Siak, Fuel Terminal Tembilahan, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sultan Syarif Kasim II, DPPU Pinang Kampai, Kantor Sales Area Jambi, Integrated Terminal Jambi, DPPU Sultan Thaha serta anak usaha Pertamina yakni Pertamina Eksplorasi & Produksi (EP) Field Jambi, Pertamina Hulu Energi (PHE) Siak, PHE Kampar, Pertamina Gas Operation Dumai Area, Pertamina Patra Niaga, Pertamina Transkontinental Jambi dan Patra SK.
“Kami berharap bantuan yang telah Pertamina salurkan dapat memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang berperan dalam penanganan Covid-19 maupun terdampak pandemi ini. Selain sebagai penggerak roda ekonomi melalui pemenuhan energi nasional, semoga program Pertamina Peduli ini dapat menjadi bukti nyata keberadaan Pertamina untuk masyarakat,” harap Brasto.
Ditambahkan Brasto, dengan wilayah kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, manajemen Pertamina pusat memutuskan untuk membagi program Pertamina Peduli ke dalam beberapa klaster. Hal ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi di lapangan antara Pertamina dan para penerima bantuan, survey lokasi dan distribusi bantuan, serta mempermudah pencatatan bantuan yang telah disalurkan.
“Secara total terdapat sembilan klaster Pertamina Peduli, yaitu Klaster Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Tengah, Sumatera Bagian Selatan, Jawa Bagian Barat, Jawa Bagian Tengah, Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Kalimantan, Sulawesi hingga Klaster Maluku-Papua. Penyaluran di Provinsi Riau dan Provinsi Jambi berada di bawah Klaster Wilayah Sumbagteng,” terangnya.

Walikota Dumai Apresiasi Peran Aktif Pertamina Perangi Covid – 19
Walikota Dumai Drs H. Zulkifli As menyatakan apresiasinya kapada Pertamina yang telah aktif terlibat dalam kegiatan penanganan Covid-19. Menurutnya, beragam bantuan yang telah disalurkan Pertamina kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Dumai menjadi salah satu hal yang penting untuk meningkatkan kehandalan pelayanan kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.
“Mewakili Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Dumai, saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang terus disalurkan oleh Pertamina. Semoga bantuan ini dapat semakin meningkatkan semangat khususnya para tenaga medis yang bertugas dilapangan serta menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk melakukan hal yang serupa,” sebut orang nomor satu di Kota Dumai ini disela – sela penyaluran bantuan dari Pertamina RU II Dumai.
Penyerahan bantuan pada bulan April 2020 lalu diserahkan langsung Pjs General Manager Pertamina RU II Permono Avianto kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Dumai yang secara langsung diterima Walikota Dumai Zulkifli AS di Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Dumai di Jalan H.R. Soebrantas.
Bantuan berupa paket Alat Pelindung Diri (APD). Terdiri dari beberapa barang yang dapat digunakan oleh tenaga medis mulai Pakaian Hazardous Material (Hazmat), masker bedah medis hingga pelindung kepala dan lainnya.
Berdasarkan data yang dapat kita lihat melalui website resmi https://covid-19.dumaikota.go.id/ jumlah sebaran kasus Covid-19 di Kota Dumai masih tinggi. Hingga Kamis (29/10/2020) total kasus Konfirmasi Positif sebanyak 1.222 orang.
Maka dari itu, Walikota Dumai tak henti – hentinya mengingatkan masyarakatnya agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan menerapkap 3M.
“Selalu melakukan 3M diantaranya Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun. Dengan melaksanakan kebiasaan 3M, tentunya kita semua turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pesan Zul As sapaan akrab Walikota Dumai.

Peduli Penanggulanggan Covid-19 Di Dumai, Pertamina Salurkan Lebih Rp. 900 Juta
Pertamina group berpartisipasi aktif dalam penanggulangan Covid-19 yang tengah melanda Indonesia, termasuk di Kota Jasa dan Industri ini.
“Untuk Kota Dumai, total bantuan yang telah disalurkan Pertamina sebesar Rp. 997.365.228,- termasuk Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis Rp. 205.050.000,-. Bantuan yang telah diberikan Pertamina ini tercatat per 30 September 2020,” ungkap Unit Manager Communication, Relations dan CSR RU II Dumai, Brasto Galih Nugroho yang juga Koordinator Klaster Pertamina Peduli Wilayah Sumbagteng.
Terkait penyaluran bantuan Covid-19 di Kota Dumai, Brasto menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan unit operasi maupun anak perusahaan Pertamina diantaranya, Refinery Unit II, Integrated Terminal Dumai, DPPU Pinang Kampai, Pertamina Gas Operation Area Dumai, Pertamina Patra Niaga dan Patra SK.
“Bantuan yang telah disalurkan dalam bentuk barang diantaranya, 2.500 masker kain non-medis, 3.500 sarung tangan medis, 1.060 pelindung wajah atau face shield, 450 baju hazmat, 10 sepatu boot medis, 126 paket peralatan kebersihan, 10 kacamata google, 3.212 paket sembako, 1.400 paket nutrisi dan makanan, 27 wastafel portable, 20 thermometer gun, 20 liter hand sanitizer, 15 box pelindung kepala dan 70 kegiatan penyemprotan disinfektan,” beber Brasto.

Pertamina Terapkan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19
Pertamina menerapkan protokol kesehatan pananganan Covid-19 setelah darurat Covid-19 diberlakukan di Kota Dumai oleh Walikota Dumai pada 19 Maret 2020 lalu.
“Kami pastikan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 yang berlaku, seperti menggunakan masker, menempatkan sarana cuci tangan dan hand sanitizer, pembentukan posko Covid-19, pemeriksaan suhu dan kesehatan sebelum masuk kilang/kantor/perumahan, self monitoring (monitoring mandiri) kesehatan yang dilaporkan setiap harinya ke manajemen Kantor Pusat dan Unit Operasi, physical distancing (jaga jarak interaksi), dan sebagainya,” ujar Brasto Galih Nugroho, Unit Manager Communication, Relations dan CSR RU II Dumai.
Bahkan, lanjut Brasto menjelaskan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home masih tetap dijalankan untuk beberapa bidang kerja yang dapat menjalankan tugasnya secara jarak jauh guna membatasi intensitas interaksi fisik atau physical distancing di lingkungan Pertamina RU II.
Namun demikian untuk pekerja dan mitra kerja di bidang yang terkait langsung dengan operasional kilang, jam kerja tetap dilaksanakan secara normal dengan pembagian 3 jadwal shift untuk menjalankan operasional kilang sepanjang 24 jam sehari.
Brasto menyebutkan bahwa hingga saat ini sebanyak 989 pekerja Pertamina dan 997 Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP) Pertamina RU II di kilang Dumai, kilang Sungai Pakning dan aset Pangkalan Brandan tetap bekerja baik di kilang, kantor maupun work from home untuk memastikan kilang Pertamina RU II dapat memasok energi bagi Indonesia.
“Langkah ini diambil selain untuk menjalankan arahan dari pemerintah, juga sebagai upaya meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19. Untuk pekerja dan mitra kerja yang tetap masuk kerja, serangkaian protokol dan program preventif terus dilaksanakan,” tutup Brasto. (Dika Cahaya Putra/ Monitorriau.com)
