Regional

Soal Truk Batubara, Warga Jambi Berharap Pemerintah Daerah Mendapatkan Solusi yang Tepat

Kemacetan Arus lalulintas yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Paal Merah Lama, Kota Jambi. Foto: Rizal Ependi

JAMBI (MR) - Warga Jambi masih berharap Pemerintah Daerah mendapatkan solusi yang tepat dalam mengatasi persoalan truk angkutan batubara. 

Jika telah menemukan jalan keluarnya, secepatnya segera dilaksanakan. Karena warga mengaku telah gerah dengan aktivitas truk ini.

Baharuddin (48) misalnya. Dia mengatakan, aktivitas truk bermuatan batubara ini semakin lama kian mengganggu pengguna jalan. Dia selaku salah satu pengguna jalan merasa tak nyaman jika berpapasan dengan kendaraan ini.

Apalagi menurutnya saat ini jumlah kendaraan di Jambi semakin bertambah banyak. Sehingga jalan yang sebenarnya lebar menjadi terasa semakin sempit.

"Sekarang ini jumlah kendaraan semakin banyak, jadi telah seharusnya pemerintah memikirkan hal ini. Kini saja telah sering macet", ujar Baharuddin, Kamis (10/02/22). 

Baharuddin yang bekerja sebagai pedagang keliling ini, satu dari sekian banyak warga Jambi yang mengeluhkan aktivitas truk batubara. Sejujurnya masih banyak warga lain yang mengeluhkan hal serupa. 

"Saya kalau solusinya tidak tahu, tapi kalau dulu sebelum jumlah truk ini banyak, jarang terjadi kecelakaan lalulintas. Ini ada pula motor bisa tumburan dengan kendaraan besar", sebutnya. 

Sejujurnya, Pemerintah Daerah Jambi sejauh ini telah mencarikan solusi untuk memecahkan persoalan tersebut. Namun entah mengapa, upaya yang dilakukan pemerintah sampai saat ini seakan belum membuahkan hasil. 

Gubernur Jambi Al Haris bahkan telah memerintahkan pihak terkait untuk membangun pos pemantau aktivitas truk batubara ini. Tujuannya, agar truk-truk tersebut mematuhi aturan yang telah ditetapkan. 

Kemudian telah muncul kembali wacana tetang pembuatan jalan khusus, tapi belum terlaksana. Sejumlah pihak berharap agar wacana tersebut dapat terealisasi. 

Selain masyarakat, Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo juga berharap demikian. 

Saat rapat dengan Gubernur Jambi pada Senin (31/01/22) lalu, kapolda berharap Pemerintah Daerah Jambi untuk lebih fokus terhadap rencana pembuatan jalan khusus.

Berdasarkan pantauan media ini, truk angkutan batubara ini kerap kali melintas di jalan yang melewati pemukiman penduduk, dengan cara konvoi (beriringan). 

Inilah yang menyebabkan bidang jalan terasa semakin sempit. Mungkin, ini pulalah salah satu penyebab kegerahan warga Jambi terhadap aktivitas truk batubara akhir-akhir ini. (Rizal Ependi)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan