Regional

Harga Cabai Merah di Jambi Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram

Seorang IRT di Muarojambi sedang berbelanja cabai merah. Foto: Rizal Ependi

MUAROJAMBI (MR) -  Harga cabai merah disejumlah pedagang kelontong di Jambi tembus Rp 60 ribu per kilogram, cabai rawit juga naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Misri (39) mengatakan, kenaikan harga cabai ini terjadi dalam sepekan terakhir. 

Sebelumnya harga cabai merah Rp 30 ribu hingga R0 45 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp 25 ribu per kilogram. 

"Kini semua naik, harga bawang merah saja sekarang sudah 40 ribu sekilo", keluh Misri kepada media ini, Senin (28/02/22). 

Keluhan serupa juga terdengar dari para IRT lainnya saat berbelanja di warung Kelontong, di Kelurahan Talangbakung, Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Senin pagi.

Pun demikian, menurut Misri, harga minyak goreng tidak ikut naik. Malahan kalau berbelanja minyak goreng kemasan di swalayan, akan lebih murah yakni hanya Rp 14 ribu per kilogram. 

Berdasarkan daftar harga kebutuhan pokok di Pasar Aurdiri Jambi, per 28 Februari 2022, pada situs SIHARKO, memang terjadi kenaikan pada harga cabai merah dan cabai rawit hijau. 

Menurut Situs Sistem Informasi Harga Sembako Kota Jambi (SIHARKO), saat ini harga cabai merah Rp 60 ribu per kilogram sedangkan cabai rawit hijau Rp 48 ribu per kilogram. 

Untuk harga kebutuhan lain seperti bawang merah dan bawang putih termasuk harga beras, masih masuk dalam katagori stabil. Bawang merah Rp 35 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 28 ribu per kilogram. 

Kalau beras tergantung merk dan kwalitasnya, pokoknya berkisar antara Rp 11 ribu per kilogram untuk beras tiga kartu hingga Rp 14 ribu per kilogram untuk beras kwalitas super cap anggur. (Rizal Ependi) 




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan