Jaga kelestarian Hutan Desa

Empat LPHD Kuindra Patroli Gabungan di Sungai di Kecamatan Kuindra

TEMBILAHAN (MR) - Jaga kelestarian hutan desa di Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), empat lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) gelar patroli gabungan, Senin 14 Maret 2022. 

Empat LPHD diantaranya, Kelurahan Sapat, Desa Tanjung Melayu, Desa Sungai Piyai dan Desa Perigi Raja. 

Digagas para pemerhati lingkungan yang tergabung dalam Yayasan Mitra Insani, Yayasan Hutan Biru dan Yayasan Pesisir Lestari, LPHD ini dibentuk bertujuan menjaga kelestarian ekosistem magrove dan biota yang ada di kawasan hutan desa tersebut. 

Abizar, Koordinator Indragiri Hilir dari Yayasan Mitra Insani menjelaskan total luas hutan desa di Kecamatan Kuindra kurang lebih 7.664 hektar dan 80 persennya merupakan hutan lindung yang perlu di lindungi kelestarian.

"Jadi ini merupakan tugas kita bersama dan lembaga pengelola hutan desa secara terpadu, berkoordinasi dan bergotong royong bagaimana upaya-upaya penyelamatan hutan desa ini tetap terjaga kelestariannya," ucap Abizar.

Ia mengungkap LPHD juga memerlukan dukungan multi pihak dalam pelaksanaannya. Seperti halnya regulasi, aturan dan undang-undang serta kewenangan yang tertuang dalam sk yang telah di berikan oleh Kementrian kepada 4 LPHD di Kecamatan Kuindra. 

"Ini perlu sambutan tangan dari teman-teman yang memiliki arah dan tujuan yang sama tentang kegiatan penyelamatan kawasan magrove ini," ujarnya. 

Abizar menjelaskan kegiatan patroli yang dilaksanakan ini akan disuport oprasionalnya hingga bulan Desember 2022 mendatang oleh pemerintah dan konsorsium bersama.

"Kegiatan hari ini penting, karena menjadi starting awal, kita bisa melihat stake holder yang tergabung dalam kegiatan-kegiatan patroli di kawasan hutan desa," jelasnya Abizar. 

Selain pemdampingan LPHD, Yayasan Mitra Insani juga melakukan pendampingan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang sekarang sudah terbentuk di Kelurahan Sapat dengan jumlah anggota mencapai 80 orang, yang tersebar di tiga titik posko.

"Pokmaswas ini juga berkerja secara swadaya, telah terbangun dua posko yang mereka bangun secara mandiri, ini perlu kita dukung," sebut Abizar lagi. 

Diakhir sambutannya, Abizar mengungkapkan potensi besar yang di miliki hutan mangrove, namun juga ada ancaman besar keruskan yang berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat tempatan. 

"Kita memiliki potensi yang sangat besar untuk hutan mangrove tetapi kita juga punya ancaman yang cukup besar untuk kerusakannya, yang juga berdampak pada sumber pendapatan ekonomi masyarakat," imbuhnya. 

"Karena itu penting kita memberi dukungan, semangat kepada Pokmaswas yang sudah berupaya untuk memperbaiki ekonomi perikanan tangkap yang ada di kawasan hutan desa," pungkas Abizar. 

Sementara itu Camat Kuindra Rio Aditya Pratama menjelaskan saat ini pembentukan LPHD baru difokuskan kepada 3 Desa dan 1 Kelurahan saja, namun tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan kedepannya.

"Mudah-mudahan dari 4 Desa dan kelurahan memberikan dampak positif. kita bisa jadikan program ini sebagai program prioritas, khususnya bagi desa-desa di kecamatan Kuala Indragiri. Saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Mitra Insani, Yayasan Hutan Biru dan Yayasan Pesisir Lestari yang telah berkomitmen dalam kegiatan ini, dari awal sampai dengan hari ini," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat-alat pendukung patroli, diantaranya, Pompong motor, Kamera dan gps kepada 4 LPHD.

Turut hadir dan mengikuti patroli gabungan 4 LPHD, Perwakilan Bappeda Inhil, Camat Kuindra, KPH Mandah, PSDK Provinsi Riau, lurah Sapat dan Pokmaswas. (mir/rls)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan