Pemprov Riau Genjot PAD, Potensi Tembus Rp5 Triliun
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar rapat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Rapat tersebut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menggali potensi pendapatan daerah.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan optimalisasi PAD menjadi langkah strategis di tengah keterbatasan fiskal dan ketergantungan pada dana transfer pusat.
“Pertemuan ini penting untuk mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, dan memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan,” ujar Plt Gubernur Riau di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, daerah harus mampu mengelola potensi secara mandiri agar tidak bergantung pada pemerintah pusat. “Jika seluruh potensi dapat dikelola dengan baik, PAD Provinsi Riau berpotensi meningkat hingga sekitar Rp5 triliun,” ujarnya.
Menurutnya, optimalisasi PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. “Mulai dari perizinan, pengawasan, penegakan hukum, hingga kebijakan fiskal harus bergerak dalam satu arah,” ujarnya.
SF Hariyanto juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah untuk memastikan potensi yang ada dapat menjadi penerimaan nyata.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi menghasilkan kesepakatan konkret dengan rencana tindak lanjut yang jelas. “Kita harus memiliki komitmen bersama untuk meningkatkan PAD sekaligus membangun tata kelola keuangan yang transparan dan berkeadilan,” tegasnya.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah serta mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau. Adv
