Ekonomi

Utang Luar Negeri RI Sudah Mencapai Rp 5.028 T

JAKARTA (MR) - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2018 sebesar USD 356,9 miliar atau sekitar Rp 5.028 triliun (kurs Jisdor Rp 14.090), tumbuh 7,6% secara tahunan (yoy).
 
Angka ini lebih besar dibandingkan posisi April 2017 yang sebesar USD 328,2 miliar atau tumbuh 2,4% (yoy). 
 
Namun demikian, ULN tersebut melambat jika dibandingkan posisi Maret 2018 yang mencapai USD 358,7 miliar atau tumbuh 8,7% (yoy). 
 
Adapun ULN selama empat bulan pertama tahun ini tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 183,8 miliar dan utang swasta termasuk BUMN sebesar USD 173,1 miliar. 
 
Rasio ULN Indonesia pada akhir April 2018 tercatat di kisaran 34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), cenderung sama dibandingkan periode April 2017. BI menilai rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara lain. 
 
"Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir April 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,7% dari total ULN," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan resmi, Kamis (21/6/2018).
 
ULN pemerintah sendiri pada April 2018 sebesar USD 180,5 miliar, meningkat 10,1% dibandingkan April 2017 sebesar USD 163,8 miliar. Adapun ULN pemerintah di April 2018 terbagi dalam SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh nonresiden sebesar USD 125,1 miliar dan pinjaman dari kreditur asing sebesar USD 55,4 miliar. 
 
Sementara itu, ULN swasta sebesar USD 173,1 miliar tersebut tumbuh 5,6% jika dibandingkan April 2017 yang sebesar USD 163,8 miliar. Namun demikian, ULN swasta melambat jika dibandingkan bulan Maret 2018 yang sebesar USD 173,6 miliar. 
 
Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor jasa keuangan. Secara tahunan, pertumbuhan ULN ketiga sektor tersebut pada April 2018 masing-masing sebesar 2,1%, 4,3%, dan 2,1%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. 
 
Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,4%, relatif sama dengan pangsa pada periode sebelumnya.
 
"Perkembangan ULN Indonesia pada April 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. BI berkoordinasi dengan pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," jelasnya.




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan