Pendidikan

Disdik Riau : Sistim Zonasi Memang Banyak Keluhan

Ilustrasi
PEKANBARU (MR) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengaku Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi sekolah banyak dikeluhkan, terutama masyarakat Pekanbaru.
 
"Kita akui memang banyak keluhan yang masuk ke Disdik soal penerapan zonasi ini," kata Sekretaris Disdik Riau, Ahyu Suhendra, Kamis (12/8/2018). 
 
Menurutnya kondisi itu terjadi bukan karena sistem tidak bagus. Hanya saja terjadi over kapasitas. Dimana jumlah lulusan SMP dengan kursi yang tersedia di SMA tidak mencukupi.
 
"Di Pekanbaru itu siswa SMP yang tamat sebanyak 7 ribu, sedangkan kemampuan daya tampung kita 4 ribu. Inilah yang membuat over kapasitas," paparnya.
 
Karena itu, dalam penerapan zonasi pihaknya telah mengingatkan tetap sistem rangking atau nilai. Namun tetap diutamanya yang lebih dekat dengan zonasi sekolah. 
 
"Kita harap orang yang mampu bisa mengisi ke sekolah swasta. Ini lah fungsi pesan dari masyarakat kenapa Menteri Pendidikan terapkan sistem zonasi ini," harapnya.
 
Kemudian pihaknya juga meminta peran sekolah swasta agar bisa menampung siswa yang lainnya. Namun yang menjadi masalah saat ini cost di sekolah swasta ini terlalu tinggi.
 
"Ini akan kita cari solusi dan strategi, karena biayanya besar padahal sekolah swasta juga mendapat dana BOS dari pemerintah. Kita akan dudukan ini dengan kepala swasta dalam waktu dekat ini, agar jangan sampai ada anak tidak sekolah," tandasnya.




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan