Tiga Kali Mendapat Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak, Labuhanbatu Terus Berbenah
LABUHANBATU (MR) - Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT menyampaikan bahwa Kabupaten Labuhanbatu telah tiga kali mendapat penghargaan sebagai Kabupaten layak anak untuk tingkat Pratama pada tahun 2015, 2018 dan 2019 ucap bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT pada pidato tertulisnya yang dibacakan PLH Sekdakab Labuhanbatu H. Sarimpunan Mpd saat membuka rapat koordinasi penguatan gugus tugas Kabupaten layak anak di Labuhanbatu tahun 2020 bersama OPD dan camat se-Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (20/2/2020).
Hal ini mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus memiliki komitmen untuk mencapai tujuan Kabupaten layak anak dengan memperhatikan, memenuhi hak dan memberi perlindungan kepada anak anak di Kabupaten Labuhanbatu.
Sarimpunan berharap semoga dengan adanya kegiatan ini maka semakin kompak dan bersinergis dalam upaya memenuhi hak anak dan perlindungan anak. Sehingga anak-anak di Kabupaten Labuhanbatu yang berjumlah kurang lebih 179.000 menjadi insan yang sehat, cerdas dan ceria.
"Saya berharap dengan kita adakan kegiatan ini agar kita bisa semakin kompak untuk memenuhi kebutuhan anak," harapnya.
Sementara Kepala Dinas PPPA Kabupaten Labuhanbatu Tinor bulan SK.M.Kes menghimbau kepada seluruh jajaran pemerintahan agar lebih berkomitmen meningkatkan capaian Kabupaten layak anak.
"Mari kita lebih berkomitmen untuk menciptakan capaian Kabupaten layak anak sehingga Labuhanbatu bukan lagi menyandang predikat Kabupaten menuju layak anak, tetapi menjadi kabupaten layak anak yang sebenarnya," himbaunya.
Kabupaten layak anak merupakan Kabupaten atau kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan pemenuhan hak anak.
Selaku narasumber Dra.Hj.Marhamah MS.i memaparkan, untuk mencapai kabupaten layak anak diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan stakeholder yang ada karena setiap dinas memiliki peran penting untuk mewujudkan ini, oleh karena itu kita harus menjalankan program yang mendukung capaian nilai layak anak.
"Kabupaten layak anak tidak mungkin tercapai apabila kita berjalan sendiri sendiri, maka dari itu saya harap kerjasama yang baik dari setiap pemerintah," tutupnya. (anditan)
