Riau

Dampak Covid-19, Perantau Juga Butuh Bansos

PANGKALANKERINCI (MR) - Sejumlah perantau yang berdomisili di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, memutuskan nekat untuk pulang kampung atau mudik pada lebaran ini.

Keinginan ini ditopang akibat tidak adanya bantuan sosial (Bansos) yang mereka terima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

Salah seorang perantau asal Jawa Barat, Asep Sutisna (38) yang merupakan pedagang pecal lelel di seputaran Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci,  menyebutkan keinginan pulang kampung atau mudik ini dipicu karena sepinya pembeli akibat adanya himbauan dari pemerintah untuk tidak berkumpul dan tetap di rumah saja. 

"Sepi pembeli pak, kadang-kadang modal saja tidak pulang. Ini akibat pengaruh Wabah Covid19. Jadi mending pulang dululah," ujarnya di Pangkalan Kerinci, Jumat (1/5).

Sementara itu Dian Mayasari (38) wanita mandiri, perantau asal Palembang yang tinggal di Pangkalan Kerinci, sangat mengharapkan bantuan tersebut. Alasannya, usaha Loundry yang dia punya sudah tidak berjalan lagi. 

"Macet pak, tidak ada lagi penghasilan. Untuk beli beras dan sembako saja sudah tidak ada," ungkap wanita muda beranak satu yang ditinggal suaminya ini.

Untuk itu warga-warga perantau ini sangat mengharapkan bantuan sosial yang diberikan pemerintah untuk menyambung hidup pada masa pendemi Covid19.

Menanggapi persoalan bantuan sosial dari Pemkab Pelalawan untuk terdampak Covid19, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan Zulhelmi di Pangkalan Kerinci beberapa hari yang lalu, menyebutkan, pemerintah tidak akan membedakan warga masyarakat baik itu KTP Pelalawan atau pun tidak.

"Asal terdampak Covid19 kita akan bantu, cuma ada syaratnya yakni sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, para pekerja yang di PHK, dirumahkan, TKI, UMKM dan Mahasiswa," terangnya. Selain itu ditambahkannya lagi, tidak menerima PKH, KIP, KIS dan bantuan lainnya. 

Terkait besaran anggaran untuk bantuan sosial yang dikucurkan Pemkab Pelalawan, Zulhelmi masih mengelak. 

"Kita masih menghitung jumlah penerima bantuan. Jadi besaran anggarannya belum bisa kita tentukan," katanya mengakhiri. (Ton) 




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan