Dalam Rangka Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H

Pemko Dumai Bekerjasama PD BKMT Gelar Lomba Rebana antar Kecamatan

Walikota Dumai H. Zulkifli AS saat membuka lomba rebana antar Kecamatan se Kota Dumai tahun 2020

DUMAI (MR) - Dalam rangka gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai bekerjasama Pengurus Daerah (PD) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menggelar lomba rebana antar Kecamatan se - Kota Dumai, bertempat di Gedung Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (09/11/2020) secara resmi dibuka Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS.

Dalam sambutannya, Walikota Dumai mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang penting bagi kita semua untuk meningkatkan religiusitas dalam diri.

"Di abad saat ini, kehidupan manusia cenderung diisi dengan gaya hidup yang konsumeristik, hedonistik, serta materialistik. Kebiasaan yang demikian memiliki pengaruh yang kuat terhadap terkikisnya derajat kesadaran manusia khususnya dalam beragama. Menyikapi kondisi tersebut, maka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sarana yang dapat mengobarkan kembali kecintaan kepada agama, meneriakkan kebenaran Ilahi yang tampak senyap, menyulut api spritualitas yang sempat meredup sekaligus merajut kembali secara rapi tali ukhuwah yang kusut dan bercerai. Dengan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, kita dapat mengingat kembali keteladanan yang dimiliki oleh sosok Beliau dalam berbagai aspek kehidupan," ujar Zul AS.

Menurut Walikota, peringatan secara ceremonial semacam maulid sangatlah diperlukan oleh umat Muslim akhir-akhir ini sebagai suatu kesempatan untuk membincangkan keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW, untuk menyiarkan sunnah-sunnah Beliau yang terabaikan. Dengan diadakannya suatu peringatan, maka Insya Allah kita akan terus termotivasi untuk membangkitkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW serta melambungkan semangat juang kaum Muslim saat ini.

Berbicara mengenai rebana, lanjut Walikota, dalam sejarahnya, rebana pertama kali muncul untuk digunakan menyambut kedatangan Nabi Muhammad yang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu, rebana dimainkan untuk mengiringi lantunan syair-syair yang mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Rebana diperkenalkan dinegeri ini dalam rangka misi dakwah menyebarkan agama Islam. Rebana disebarkan bersama kasidah dengan cara mendirikan majelis shalawat sebagai sarana kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Melalui strategi tersebut, rebana menyebar ke seluruh nusantara, menjadi media dakwah Islam dan sabagai hiburan dalam acara peringatan hari-hari besar Islam.

"Maka dari itu, lomba rebana antar kecamatan sekota Dumai pada hari ini, akan memjadi suatu kesempatan dimana kita dapat memperbanyak rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga keimanan dan tingkat spiritual kita terhadap Allah semakin bertambah," sebutnya.

Sementara, Ketua PD BKMT Kita Dumai, Hj. Haslinar menyebutkan, tujuan dari kegiatan ini pada intinya selain melestarikan kesenian yang bernafaskan Islami juga untuk membangkitkan Seni dan Budaya di kota Dumai melalui kreasi, Inovasi dan kolaborasi yang diharapkan terwujud dan terbentuknya karakter dan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berjiwa Patriotisme.

"Nilai nilai yang terkandung dalam seni budaya seperti Rebana ini sangat relevan untuk dikembangkan menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa. Kadang - kadang seni budaya kita sarat dengan pesan, ajaran yang berdaya guna untuk menangkal penetrasi budaya asing yang tidak atau kurang sesuai dengan Jatidiri kepribadian bangsa kita. Sebab fenomena tersebut apabila kita tidak antisipasi, besar kemungkinannya akan berpengaruh terhadap bergesernya sendi-sendi pranata kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan bernegara," katanya.

Ia menjelaskan, alat musik Rebana dikenal sebagai salah satu instrumen khas pengiring Alunan musik atau syair syair Arab.  Masyarakat Madinah pada abad ke-6 Telah menggunakan Rebana sebagai musik pengiring dalam acara penyambutan atas kedatangan Nabi Muhammad SAW waktu hijrah dari Makkah. Masyarakat Madinah kalau itu menyambut kedatangan Beliau dengan Qasidah Thaala’al Badru yang diiringi dengan Rebana Sebagai ungkapan rasa bahagia atas kehadiran seorang Rasul ke bumi itu.

Selain itu, Rebana digunakan sebagai sarana dakwah para penyebar Islam. Dengan Lantunan syair-syair Indah diiringi Rebana, pesan-pesan Mulia agama Islam mampu dikemas dan siap disajikan lewat sentuhan seni artistik musik Islami Yang khas. Sampai sekarang kesenian Rebana pun sudah melekat pada masyarakat. Khususnya para pecinta sholawat dan Maulid Nabi SAW atau sebagai sebuah eksistensi budaya Islam yang harus selalu dijaga dan dikembangkan, khususnya di kota Dumai yang kita cintai ini.

Untuk itu, BKMT Kota Dumai bekerjasama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Berupaya terus menyelenggarakan kegiatan lomba ini dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk peserta lomba tahun ini, setiap kecamatan mengutus dua Grup dan satu grup dari BKMT.

"Mudah-mudahan dengan acara ini, membawa keberkahan bagi kita semua. Saya berharap setiap peserta dapat tampil dengan sebaik-baiknya. Dalam arti penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas Dan nilai nilai Persaudaraan, sehingga keberadaan seni budaya Rebana semakin digemari oleh masyarakat luas dan generasi muda kita," tukasnya. (Infotorial Pemko Dumai)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan