Pemeritah Siapkan 5 Jubir Vaksinasi Covid-19
PEKANBARU (MR) - Pemerintah Indonesia telah menerima lebih kurang 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang dalam waktu dekat ini segera di distribusikan keseluruh wilayah di Indonesia.
Vaksin tersebut, merupakan wujud upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 terhadap masyarakat dan mengatasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih meningkat segera berakhir di Indonesia.
Namun, sebelum vaksin tersebut di distribusikan pada seluruh wilayah di Indonesia, pemerintah pusat melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (RI) menyiapkan lima Juru bicara (Jubir) terkait vaksin dan pelaksanaan vaksinasi kedepan. Dimana persiapan Jubir tersebut untuk meberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tujuan dan fungsi pentingnya vaksinasi mengatasi Covid-19.
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate, mengatakan, periapan lima Jubir vaksinasi Covid-19 tersebut, merupakan langkah dan bagian dari strategi komunikasi publik vaksin Covid-19 yang telah dipersiapkan sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu yang menekankan agar komunikasi publik mengenai vaksin Covid-19 harus dipersiapkan dengan matang.
"Sehingga masyarakat tidak perlu ragu terkait penggunaan vaksin untuk mencegah penularan maupun mengantisipasi penyebaran Covid-19," katanya pada siaran pers yang bertema "Pemerintah Perkenalkan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual zoom, Senin (7/12).
Adapun lima Jubir Vaksinasi Covid-19 tersebut kata Johnny G Plate, pertama, dr Siti Nadia Tarmizi M Epid yang juga merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2PML) dari Kementerian Kesehatan RI.
Kedua, juru bicara dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Dr dra Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt yang juga menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat Badan POM. Ketiga, juru bicara dari PT Bio Farma, Bambang Herianto SSi Apt, yang merupakan Corporate Secretary perusahaan holding farmasi BUMN terkait.
"Tiga Jubir ini berperan berperan untuk membangun pemahaman yang tepat terkait kebijakan dan isu terkait serta membangun partisipasi publik untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 dan penanganan Covid-19," jelasnya.
Sementara untuk Jubir ke empat katanya, Jubir yang telah ditunjuk pemerintah sebelumnya, Prof. Wiku Adisasmito yang merupakan juru bicara penanganan Covid-19 akan menambah fokus pada aspek sains dari vaksin, dan ke lima dr Reisa Broto Asmoro juru bicara dan duta perubahan perilaku akan fokus pada menerangkan perilaku hidup sehat yang berbasis pencegahan termasuk vaksinasi.
"Kelima juru bicara ini akan saling melengkapi dalam upaya komunikasi publik dan sosialisasi agar informasi tentang perkembangan vaksin dan vaksinasi Covid-19 dapat tersampaikan ke masyarakat secara terpadu, cepat, dan merefleksikan dinamika yang terjadi di lapangan," jelasnya.
Komunikasi publik juga membutuhkan upaya proaktif dan pendekatan yang relevan dengan mempertimbangkan kejelasan arus informasi, perkembangan situasi dan zaman, serta teknologi, juga unsur lokalitas di setiap daerah.
"Hal ini penting agar seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang tepat dalam setiap milestone vaksinasi Covid-19 baik dalam proses pra vaksinasi, vaksinasi, maupun pasca vaksinasi.
