Pendidikan

Eks Pelabuhan Pelindo sebagai Saksi Perekonomian Pekanbaru Masa Lampau

Eks Pelabuhan Pelindo merupakan salah satu kawasan yang mempunyai sejarah pada masanya. Siapa sangka pelabuhan yang saat ini tidak terdapat aktifitas yang padat seperti pelabuhan lainnya merupakan salah satu tempat yang sangat berpengaruh pada perekonomian serta perkembangan Kota Pekanbaru. Pelabuhan ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1920.

Seperti kita ketahui bahwa kebanyakan daerah di Indonesia mempunyai kehidupan yang bermula dari tepian sungai. Pekanbaru adalah salah satu kota yang berkembang dari tepian Sungai Siak. Melalui sungai terjadi kegiatan perekonomian antar wilayah nusantara bahkan mancanegara sehingga akhirnya menjadikan tempat tersebut menjadi pusat perekonomian pada masa itu.

Pelabuhan menjadi pintu gerbang perekonomian Senapelan dan pusat perniagaan yang pada masa itu yang bertujuan agar pihak Belanda dapat mengambil pungutan atas semua barang dagangan yang diangkut oleh kapal-kapal serta sampan yang selama ini disetorkan kepada Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Pelabuhan ini berlokasi di Jalan Saleh Abbas,Kecamatan Senapelan,Kota Pekanbaru. Dengan adanya pelabuhan tersebut kegiatan perdagangan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, banyak kapal-kapal yang berlabuh untuk melakukan kegiatan perekonomian. Melalui pelabuhan ini juga menjadi saksi bahwa kehidupan masyarakat pada saat itu berada pada tepian sungai serta pada pelabuhan tersebut terdapat tugu titik nol Pekanbaru yang menandakan Pekanbaru dimulai pada wilayah tepian sungai siak tersebut.

Tepian sungai menjadi awal mulanya perkembangan Kota Pekanbaru. Segala kegiatan berada di sekitaran kawasan tersebut. Selain pelabuhan pelindo sebagai pusat perekonomian, kawasan Senapelan juga merupakan pusat pemerintahan Kota Pekanbaru. Maka hampir semua objek sejarah di Pekanbaru terletak tak jauh satu sama lain di kawasan daerah Senapelan.

Perekonomian yang sangat pesat pada saat itu membuat Kota Pekanbaru menjadi ramai dengan kapal-kapal yang banyak melewatinya. Dengan adanya keramaian tersebut membuat aktifitas perdagangan berjalan lancar tak luput pula Singapura yang merupakan salah satu negara tetangga yang dekat dengan Pekanbaru turut serta dalam kegiatan perdagangan pada saat itu.

Namun,seiring berjalannya waktu kegiatan di pelabuhan ini pun mulai berhenti bahkan hingga saat ini tidak terlihat lagi aktifitas perdagangan. Hal ini disebabkan karena adanya pembangunan jembatan yang melewati aliran Sungai Siak sehingga membuat kapal-kapal besar tidak bisa lagi dengan mudah mengakses pelabuhan tersebut seperti pada zaman dahulu. Jembatan yang memiliki ketinggian diatas 17 meter tersebut menghalangi jalannya bagi kapal-kapal besar yang akan memasuki kawasan pelabuhan.

Meskipun saat ini pelabuhan tersebut sudah tidak berfungsi seperti dahulu akan tetapi dengan adanya pelabuhan ini menjadi saksi bahwa perekonomian serta perkembangan pada masa lampau di Kota Pekanbaru memang nyata adanya sehingga Pekanbaru pun akhirnya bisa mengalami pertumbuhan yang pesat hingga saat ini.

Dengan adanya pelabuhan ini kita bisa mengetahui bahwasannya pada masa lampau Pekanbaru sangat terkenal dengan aktifitas perdagangannya. Pada saat ini kita hanya bisa melihat pelabuhan tersebut sebagai suatu tempat yang berbeda dengan dahulu,tidak ada lagi kapal-kapal yang berlabuh untuk kegiatan perdagangan seperti dahulu. Melalui kegiatan perekomian tersebut menjadikan tempat itu sebagai salah satu kawasan yang sangat penting dimasanya,menjadikan kawasan ini sebagai tempat pusat perekonomian yang sangat membantu kelangsungan hidup masyarakat serta perkembangan kota pada masa itu.

 

Nama : Monica Ramadhani Chania
Prodi : Pendidikan Sejarah
Asal Universitas : Universitas Riau
Dosen Pengampu : Piki Setri Pernantah,M.Pd
 




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan