Riau

Dituding PT Noorel Menjadi Penyebab Keterlambatan, Karang Taruna dan LPMK Tanjung Palas Buka Suara

Ilustrasi Meteran Pengukur Gas (google.com)
DUMAI (MR) - PT Noorel yang diwakili oleh Rufizal Ismail selaku projek manager menuding adanya tuntutan dari masyarakat Tanjung Palas menjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan rekondisi.
 
Hal ini ia sampaikan saat awak media mengkonfirmasinya melalui pesan singkat WhatsApp, (17/1).
 
Salah satu tuntutan yang menjadi keterlambatan itu adalah, masyarakat Tanjung Palas meminta pekerjaan rekondisi tersebut dilaksanakan oleh masyarakat tempatan.
 
Rufi mengatakan, kontrak PT Noorel dengan pihak ketiga seharusnya sudah berakhir pada Desember tahun lalu.
 
"Seharusnya Desember kemarin (Kontrak dengan pihak Ketiga habis), karena ada komplain dari Tanjung palas karena ngotot ngerjain sendiri makanya tertunda, saya minta kepihak ketiga seminggu kedepannya selesai", Katanya.
 
Saat kembali dipertegas bahwa kontrak dengan pihak ketiga tersebut habis, Rufi kembali mengiyakan bahwa memang benar, namun ia tidak mempermasalahkan hal tersebut karena masih dikerjakan oleh pihak ketiga yang ia tunjuk.
 
"Iya, tp gpp asal dikerjakan putra (pihak ketiga)," Jelasnya.
 
Awak media pun kembali mencoba mengkonfirmasi ke pihak ketiga (Putra) terkait prihal masalah kontrak kerja yang ia terima dari PT Noorel melalui telpon via WhatsApp, ia mengatakan bahwa ia ditugaskan dari PT Noorel sebagai pelaksana di lapangan
 
Saat ditanya apa nama perusahaannya dari putra, ia menjawab bahwa ia tidak mempunyainya dan ia melaksanakan tugas-tugas yang diberikan secara individual.
 
Awak media kembali bertanya, dari mana putra bisa dapat pekerjaan dari PT Noorel, ia pun menjelaskan bahwa ia punya kenalan di PT tersebut.
 
"Kebetulan ada kenalan saya di sana bg, makanya saya ditunjuk," Jelasnya.
 
Mendapat tudingan miring mengenai hal tersebut, Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjung Palas Dedek  Zulhaidi ST membantahnya.
 
"Kami selaku pemuda di bawah Karang Taruna Belum pernah sedikit pun kami meminta agar kami atau masyarakat Tanjung Palas yang mengerjakan. Permintaan kami hanya kembalikan kondisi kampung kami seperti semula.
Karena banyak dampak dari pekerjaan ini yang merugikan masyarakat Tanjung Palas," Katanya saat dikonfirmasi.
 
Dedek juga menjelaskan, "Sebenarnya bukan menghambat bang apalagi ini pekerjaan dari program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. Sebenarnya kemarin pihak ketiga yg mengerjakan pekerjaan tersebut. Tetapi kami selaku masyarakat ditanjung Palas melihat ada hal teknis pekerjaan yang tidak sesuai dengan semestinya," Sampainya.
 
Ketua LPMK Tanjung Palas Rifaii Hasbi juga turut bersuara atas pernyataan PT Noorel, secara tegas ia tidak terima atas tuduhan tersebut dan berharap PT Noorel tidak mencari kambing hitam atas permasalahan ini dan berharap pihak-pihak yang terlibat bisa duduk bersama.
 
"Tegaskan saja bila PT Noorel menyalahkan masyarakat, saya LPMK tidak terima, Karena pengerjaan jaminan pelaksana tanpa ada koordinasi, Norel,PUPR dan PGN ke kelurahan dan LPMK, jika bicara begitu Desember sudah selesai itu baru yang di pinggir jalan yang kerjaannya tanpa koordinasi ke kelurahan belum lagi pekerjaan yang di dalam Gang masyarakat, saya mau yang terbuka jangan ditutupi kesalahan kalian selama ini, kalau benar pekejaan anda saya mau PGN,Norel,PUPR, kelurahan, LPMK, RT sekelurahan dan karang taruna, media, pengawas dari staff PUPR hadir pada saat kejadian tersebut, Kita bahas ini jika ingin mencari kesalahan. Saya tantang kalian semua, kita rapat jangan mencari kambing hitam, pekerjaan mereka dari awal sudah tidak sesuai dengan perjanjian dengan masyarakat, ayo kapan waktunya saya tunggu," Katanya Geram.
 
 
Penulis: Didin Marican




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan