Dr H Syafriadi, SH.MH Secara Resmi Melantik Pengcab JMSI Rokan Hilir
ROHIL (MR) - Mewakili Ketua JMSI Riau H Dheni Kurnia, Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Propinsi Riau melalui Ketua Dewan Penasehat JMSI Riau Dr H Syafriadi, SH.MH secara resmi melantik Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Rokan Hilir Periode 2022-2027 berlangsung di Hotel Lions Bagansiapiapi, Senin (28/02/2022).
Dalam pidatonya, Dr Syafriadi, SH.MH mengatakan sampai abad ke 20 di era teknologi berbasis internet banyak yang kaget dengan perkembangan teknologi informasi seperti suasana pandemi saat ini.
Dia memaparkan bahwa dimasa pandemi sekarang ini semuanya telah berubah. Sebelum era teknologi berubah, kita tidak pernah mengenal yang namanya webinar, maupun kuliah secara daring ataupun zoom online.
Dulunya kuliah secara daring seperti yang dilakukan Universitas Terbuka (UT), di cemeeh dan dianggap tabuh. Tetapi sekarang dimasa pandemi dan perubahan teknologi informasi, seakan tidak ada ruang batas dan jarak itu semakin dekat.
Seperti sekarang ini mau tidak mau kita dipaksa untuk melakukannya. Di era teknologi informasi terjadi pergeseran yang sangat luar biasa terhadap perkembangan media.
Dahlan Iskan rajanya pers Indonesia menyadari hal itu dan tidak menyangkal akan terjadinya kemerosotan yang sangat luar biasa terhadap media-nya.
Dengan derasnya pergeseran teknologi informasi berbasis digital tersebut, kata Dr Syafriadi menceritakan, ada salah satu pemimpin redaksi media asal Amerika meramalkan media cetak akan tumbang oleh media online.
Pertumbuhan media online saat ini sangat luar biasa. Menurut cacatan Dewan Pers sendiri, jumlah media online di Indonesia tercatat sebanyak 43 ribu. Sementara yang berhasil di data oleh Dewan Pers baru 1.700 media saja.
Menjamurnya media online saat ini tidak seimbang dengan sumber daya manusia yang yang dimilik wartawan maupun pemilik media itu sendiri sehingga tidak lagi menghasilkan produk jurnalisitik yang kredibel.
Doktoral Hukum Pers ini mengatakan bahwa sesungguhnya wartawan itu adalah sebuah profesi sehingga wartawan harus memiliki kemampuan dan skil, mulai dari skil menulis, skil membaca, skil melakukan investigasi, skil berhadapan dengan narasumber. Harus terampil dan dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ujung dari semua itu adalah profesional jurnalime itu sendiri.
"Terjadi pergeseran profesi, wartawan kini dijadikan menjadi sebuah pekerjaan," imbuhnya.
Dosen di Fakultas Hukum dan Prodi Ilmu Hukum Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR) ini mengatakan jumlah pertumbuhan media online saat ini sangat pesat.
Dari 43 ribu jumlah media online tersebut tidak di ikuti dengan sumber daya manusia yang mumpuni yang memiliki kualitas serta di dukung dengan finansial yang cukup serta sumber daya manusia dari perusahaan pers itu sendiri.
Untuk itu perlu dilakukan pelatihan pelatihan jurnalistik oleh JMSI bersama dengan Pemerintah Daerah sehingga nantinya tidak ada lagi yang namanya berita hoax dan berita caci maki, tidak ada lagi media yang dipakai sebagai alat provokator, melainkan media dijadikan sebagai alat motivator yang memberikan pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat luas.
Menutup pidatonya Dr H Syafriadi, SH.MH meminta dan berpesan kepada seluruh jajaran dan Anggota JMSI Rokan Hilir agar tetap patuh kepada Kode Etik Jurnalistik dan Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999.
Selain Dr Syafriadi, SH.MH turut mendampingi dari JMSI Riau Ir Yanto Situmeang selaku Wakil Ketua Bidang Kesra, Yuprizal selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ridha M Hiztil selaku Sekretaris JMSI Riau, Zulpen Zuhri selaku Ketua JMSI Inhu dan Alvi Abidin selaku Wakil Bidang Hukum dan Dodi Irawan selaku Anggota Kehormatan JMSI Riau.
Mewakili Pemkab Rohil hadir Bupati Rohil diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hilir HM Job Kurniawan, Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir Basiran Nur Efendi, Tokoh Masyarakat Rokan Hilir Azhar Syakban, Kapolres Rokan Hilir diwakil Kapolsek Bangko AKP Dedi Susanto, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Rokan Hilir. (Wisman)
