Riau

Ritual Bakar Tongkang di Panipahan, Tiang Layar Jatuh ke Laut Tanda Rezeki Berlimpah

Masyarakat Tionghoa dari berbagai daerah di Indonesia tampak khusyuk mengikuti prosesi Ritual Bakar Tongkang di Panipahan Kecamatan Palika.

PANIPAHAN (MR) - Masyarakat Tionghoa dari berbagai penjuru di Tanah Air berbondong-bondong balik kampung ke Panipahan untuk mengikuti prosesi Ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan pada Bulan Kabisat.

Demikian hal itu disampaika oleh salah satu Tokoh Masyarakat Tionghoa Panipahan, John Sunaryo (Obak) melalui panitia acara Ritual Bakar Tongkang, Cin An di Pekong Datuk JL Bijaksana Kepenghuluan Panipahan, Rabu (21/9/2022).

Apalagi, kata Cin An, masyarakat di Panipahan mayoritas mata pencariannya bersumber dari nelayan sehingga secara otomatis jika hasil laut berlimpah maka roda perekonomian masyarakat di Panipahan ikut bergerak dan meningkat.

Dia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan Ritual Bakar Tongkang, masyarakat khususnya di Kecamatan Pasir Limau Kapas bisa hidup makmur rukun dan tentram dan mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Cin An menceritakan secara singkat sejarah Ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan. Dimana, saat itu, terang Cin An, nenek moyang mereka datang dari salah satu Provinsi di Tiongkok China berlayar mengarungi samudra dengan menggunakan Kapal Tongkang hingga sampai di daratan Indonesia.

"Jadi sejak itu Tongkang itu adalah sumber rezeki, kemudian dijadikan sebuah Ritual Bakar Tongkang secara turun temurun," katanya.

Dia menuturkan bahwa Ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan di Vihara Bodhirama JL Darma merupakan Vihara tertua di Panipahan. Sehingga Bakar Tongkang hanya digelar pada Tahun Kabisad yaitu Tahun Tikus, Tahun Naga dan Tahun Monyet.

Menurutnya, Ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan pada hari ini sebenarnya dlaksanakan pada Tahun 2020. Namun kegiatan itu terhenti disebabkan pandemi Covid-19 sehingga diundur selama dua tahun dan terlaksana pada Tahun 2022 di hitung sejak Tahun 2016 yang lalu.

Lebih jauh, Cin An menuturkan bahwa Ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan Masyarakat Tionghoa merupakan gabungan dari 14 (empat belas) Kelenteng yang ada. Kegiatan itu dihadiri seluruh masyarakat Tonghoa dari berbagai daerah di Tanah Air seperti Tanjung Balai Asahan, Medan, Belawan, Sibolga.

Kemudian dari Batam, Jakarta, Surabaya, Bogor, Bagansiapiapi, Pekanbaru dan putra putri asli Panipahan ikut pulang untuk mengikuti Bakar Tongkang yang digelar secara turun temurun tersebut.

"Itulah bukti bahwa kita mencintai kampung halaman kita," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang peserta Ritual Bakar Tongkang, Ahua, mengatakan dia datang untuk berdoa kepada dewa agar diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah, sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut.

Sebelumnya, replika Kapal Tongkang berada di Kelenteng Induk atau Vihara Bodhirama yang berlokasi di JL Darma, kemudian dilepas dan diarak serta diiringi ribuan Masyarakat Tionghoa menuju Pekong Datuk untuk untuk dilakukan prosesi pembakaran. 

Pelepasan Kapal Tongkang tersebut juga disaksikan Kapolres Rokan Hilir AKBP Andri Pramudinto, Dandim 0321 Rokan Hilir Letkol Inf Muhammad Erfani SH MH (Han).

Sementara, jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Palika dihadiri Danramil 04/Kubu Kapten Inf Hairul, Kapolsek Panipahan AKP Happy Yendri, Komandan Pos TNI-AL Panipahan Letnan Laut Johan, Kaposramil Panipahan Serma Hery Kalman, Kapospolairud Panipahan Daulay bersama Tokoh Masyarakat Tionghoa lainnya. (Wisman) 




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan