Pengembangan Kawasan Kota Pusaka di Kota Tanjungpinang
TANJUNGPINANG (MR) - Dalam upaya mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (KCB), Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan kota tanjungpinang dan mesium Sultan Sulaiman batrul alamsyah jalan ketapang membangun penataan kawasan pusaka di kota tanjungpinang
Yang di kerja kan oleh kontraktor pelaksana, CV Keisya Gigih Perkasa dengan pagu anggaran kontrak awal sebesar,, 3,999,779,920 rupiah sumber dana tahun anggaran apbn 2024
Bambang proyek menejer saat di temui awak media menjelaskan kepada media dengan pembangunan kwasan kota pusaka ini semoga kota tanjungpinang semakin indah berseri, dan kedepan semakin bagus
Dia berharap, melalui pelestarian KCB Kota tanjungpinang memiliki aksi meregenerasi Kota dan wilayah melalui warisan budaya, mempromosikan penggunaan kembali bangunan bersejarah secara adaptif, dan menyeimbangkan akses terhadap warisan budaya dengan pariwisata budaya dan warisan alam yang, tutup nya,
“Harapannya dapat menambah wawasan kita untuk bersama-sama mendorong dan mengembangkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan untuk mendukung pelestarian warisan budaya. Sehingga pelestarian warisan budaya tidak hanya persoalan satu pihak tapi kewajiban kita bersama,”
Ia berharap, status warisan dunia akan banyak menarik investor dan menciptakan ruang legal. Sehingga, warisan budaya tak benda merupakan kekuatan besar bagi kawasan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan warisan dunia.( Ruddi)
