APPSI Dumai Berharap Dapur MBG Jadi Mitra Pedagang Kecil
DUMAI (MR) – Keberadaan Dapur MBG Dikota Dumai diharapkan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal, khususnya bagi para pedagang sembako dan pelaku usaha kecil di Kota Dumai.
Namun, harapan tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud. Berdasarkan penelusuran Monitor Riau di lapangan, sejumlah pedagang mengaku belum merasakan dampak positif dari operasional dapur MBG.
Roy (55), pedagang ayam di Pasar Pulau Payung, Dumai, mengatakan keberadaan dapur MBG belum membawa peningkatan terhadap omzet penjualannya.
“Tidak ada pengaruhnya terhadap omzet penjualan kami dengan keberadaan dapur MBG di kota ini,” ujarnya, baru-baru ini.
Roy menilai hal itu terjadi karena pihak pengelola dapur MBG lebih memilih memesan bahan sembako dari luar daerah atau melalui distributor besar, ketimbang membeli dari pedagang lokal.
“Mereka lebih memesan ke distributor besar dari luar kota,” terangnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Dumai, Ismail, mengimbau agar para pengusaha dapur MBG dapat menjalin kemitraan dengan pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.
“Kami mengimbau agar para pengusaha dapur MBG mau membeli bahan sembako dari para pedagang setempat,” katanya.
Menurut Ismail, pelibatan pedagang lokal bukan hanya soal keberpihakan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekonomi daerah.
“Dengan memberdayakan para pedagang lokal, artinya kita ikut membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pedagang kecil di Dumai,” tegasnya.
APPSI berharap ke depan dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku usaha lokal. (UJ)
