Manager HSSE RU II Dumai Buka Sosialisasi dan Pelatihan Upskilling Basic Safety BK3N 2026
DUMAI (MR) – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Melalui Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU II Dumai, Ir. Syahrial Okzani, ST, MT, MPr, IPU, Asean Eng, perusahaan secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Upskilling Basic Safety BK3N Tahun 2026, Selasa (03/02/2026).
Kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan Sasana Mitra (BPSM) Bukit Datuk, Kota Dumai ini merupakan program peningkatan kompetensi dasar keselamatan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasional RU II Dumai.
Dalam sambutannya, Syahrial Okzani menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam setiap aktivitas operasional perusahaan. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi budaya yang melekat pada setiap individu, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Keselamatan bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan dan budaya yang harus tertanam dalam setiap individu,” tegas Syahrial.

Melalui program upskilling Basic Safety BK3N ini, peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan kerja secara konsisten, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi risiko di lingkungan kerja.
Materi sosialisasi dan pelatihan meliputi pengenalan dasar K3, identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, serta penerapan prosedur keselamatan kerja sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi antara perusahaan, tenaga kerja, dan masyarakat mengenai pentingnya budaya keselamatan kerja.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang, khususnya warga Kelurahan Tanjung Palas, Kelurahan Jaya Mukti, Kelurahan Teluk Binjai, dan Kelurahan Buluh Kasap, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Pelibatan masyarakat ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Ridho, warga Kelurahan Jaya Mukti, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi dan pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan serta pengalaman baru terkait keselamatan kerja.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan semoga terus melibatkan masyarakat, sehingga kami bisa menambah ilmu dan wawasan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Via, warga Kelurahan Tanjung Palas. Ia menilai pelatihan Basic Safety BK3N dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja.

“Ini bisa menjadi persiapan untuk melamar pekerjaan. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat. Terima kasih kepada manajemen RU II Dumai,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi dan pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi yang memaparkan regulasi ketenagakerjaan, praktik keselamatan kerja, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung penerapan budaya K3.
Melalui kegiatan ini, RU II Dumai kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian target zero accident serta memperkuat budaya HSSE sebagai bagian integral dari operasional perusahaan.
Sebagai informasi, Kilang RU II Dumai merupakan salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Kilang ini berkontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan BBM dan produk turunan minyak untuk sektor industri, transportasi, dan masyarakat luas.
Sebagai Obvitnas, RU II Dumai dilindungi oleh sistem pengamanan terpadu dengan dukungan aparat negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, kilang juga menerapkan standar keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional yang tinggi sejalan dengan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) guna menjamin keberlangsungan operasional dan perlindungan kepentingan nasional. (*)
