Pendidikan

Syafrinaldi jadi Rektor UIR yang Baru

PEKANBARU (MR) - Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) Prof DR H Syafrinaldi SH, MCL terpilih menjadi Rektor Universitas Islam Riau yang baru. Ia berhasil meraih dukungan terbanyak dari calon lainnya  DR Nurman, SSos, MSi.

Dalam sidang pemilihan tertutup, Selasa (18/4) yang dilaksanakan gedung Pasca Sarjana, Prof DR Syafrinaldi berhasil meraih 27 suara, sementara  DR. Nurman, S.Sos, MSi  mendapat dukungan 15 suara.

Sidang pemilihan rektor UIR sendiri memperebutkan 44 suara. Satu suara abstein dan satu suara tidak hadir karena sakit.

Usai terpilih, Prof Syafrinaldi mengatakan bakal merangkul semua pihak termasuk DR Nurman untuk memajukan UIR kedepannya. Terutama dalam meujudkan visi dan misi UIR 2020 menjadi Universitas Terkemuka di Asia Tenggara.

"Alhamdulillah proses pemilihan rektor UIR hari ini berjalan kondusif dan lancar secara demokrasi. Tentu ini akan menjadi tugas bersama kami untuk memajukan UIR kedepannya,"ujarnya.

Meskipun bersaing secara demokrasi,  Syafrinaldi dan Nurman sudah memiliki kesepakatan, bahwasanya siapapun yang terpilih menjadi Rektor harus didukung bersama.

"Sebelum pemilihan kami sudah sepakat, ini bukan persaingan tetapi persandingan. Tadi setelah pemilihan, beliau (Nurman) bilang menerima apapun hasil pemilihan ini. Jadi tak ada kubu-kubuan, semua harus bersatu memajukan UIR," ucapnya, seperti dalam rilis yang diterima redaksi. 

Setelah terpilih menjadi Rektor, Ia akan berupaya mewujudkan 4 target khusus yakni UIR sebagai lembaga pendidikan kualitas, maju dibidang riset serta memiliki dakwah islamiyah.

Prof DR Syafrinaldi sendiri bakal dikukuhkan sebagai rektor UIR pada 1 Juli 2017 mendatang.(FT10/Mc Riau)




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan