Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Meranti, Masyarakat Diajak Waspadai Sumber Api
SELATPANJANG (MR) - Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI menggelar silaturahmi dan Yasinan bersama pemerintah serta masyarakat Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Iman, Jalan Budaya, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, mulai pukul 08.15 WIB.
Tim Mabes TNI yang hadir terdiri dari Laksamana A. Imam H.D.P (AL), Mayor CKM Suryadi (AD), dan Mayor CKM Subekan (AD).
Turut hadir Pabung Kodim 0303/Bengkalis Mayor Inf Rusli Dongoran, Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri Hardin Nasution, S.Sos., perwakilan Polsek Tebing Tinggi Aipda Yoseph, SH, Camat Tebing Tinggi Juwita Ratna Sari, S.Farm., Apt., para lurah, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat.
Kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan Mabes TNI menggunakan kompang dan pemasangan tanjak oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Tebing Tinggi Datuk Suri Firdaus.
Selanjutnya, peserta bersama-sama membaca Surat Yasin yang dipimpin Imam Masjid Nurul Iman Riski Al Faris dan dilanjutkan dengan doa.
Camat Tebing Tinggi Juwita Ratna Sari menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan pembekalan kepada masyarakat terkait upaya pencegahan Karhutla.
“Kami merasa bangga karena TNI sangat peduli dan dekat dengan masyarakat. Kami berharap arahan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam mencegah dan menangani Karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, Laksamana A. Imam H.D.P mengatakan kedatangan tim ke Kepulauan Meranti merupakan bagian dari tugas untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan mengantisipasi Karhutla.
Ia menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam mengendalikan sumber api.
Menurutnya, kondisi lahan gambut dan cuaca dapat meningkatkan risiko kebakaran. Selain itu, sumber api seperti puntung rokok dan pembakaran sampah juga perlu menjadi perhatian serius.
“Pencegahan harus dilakukan secara berkala, salah satunya dengan terus memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga berdialog langsung dengan Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait langkah pencegahan, penanganan serta dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa Karhutla tidak hanya menimbulkan kerugian terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat apabila terjadi dalam jangka panjang.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
