Riau

Walah... Rutan tak Tahu Nama-nama Tahanan yang Kabur

PEKANBARU (MR) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumhan) Riau ternyata tidak tahu siapa saja tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Kepala Kanwilkumham Riau, Ferdinan Siagian menerangkan jika pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan manual terhadap tahanan yang ada di dalam Rutan, dan yang masih belum ditangkap.

Ferdinan sempat gelagapan ditanya mengenai data base tahanan tersebut, ia malah menjelaskan proses Informasi Teknologi yang diterapkan Kanwilkumham seperti saat pembuatan pasport.

"Sekarang lagi kita lakukan manual. Bukan soal data base, tapi gini, kan ada yang namanya SDP, itu kan kadang-kadang jaringan gak bagus, anda ketika melakukan aplikasi paspor jadi terhandle 3 jam 4 jam," ujarnya

Data Base tahanan yang kabur ini juga belum diperoleh kepolisian, Ferdinan mengaku akan secepatnya memberikannya kepada kepolisian guna kepentingan pencarian dan menangkap mereka.

"Ketika dapat, itu kita berikan kepada stake holder, teman-teman kepolisian," ujarnya.

Kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sialang Bungkuk, Jum'at (5/5/2017). Ratusan tahanan kabur.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengimbau ratusan tahanan yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri.

"Saya berharap yang masih di luar untuk kembali daripada ditangkap dan dikejar sama polisi lebih baik menyerahkan diri," kata dia.

Dia menegaskan, sanksi akan diberikan kepada para tahanan yang kabur, yakni tidak akan dapat remisi.

Sementara otak pelaku kerusuhan dan pelarian massal tahanan akan diberi sanksi tambahan.

“Otak pelakunya masih dicari, karena kejadian ini seperti direncanakan dengan sangat matang. Salah satunya dilakukan saat sedang shalat Jumat,” kata dia.

Pengejaran terhadap seratus lebih tahanan yang belum tertangkap terus dilakukan jajaran Polda Riau.

Kapolda memerintahkan seluruh penyidik yang terlibat dalam menangani perkara para tahanan untuk membantu upaya pencarian dengan menelusuri hingga ke pihak keluarga tahanan.

Selain itu, Polda Riau berkoordinasi pula dengan kepolisian di provinsi tetangga, seperti Sumbar, Sumut, Kepri dan Jambi. Patroli di perairan juga ditingkatkan.

Salah satu kendala kepolisian adalah belum adanya data lengkap tahanan yang kabur, seperti nama, alamat dan fotonya.

Polda Riau sendiri masih menunggu data itu dari Rutan Sialang Bungkuk.(ft10/tnc)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan