Daerah

Terisolasi Akibat Banjir, Warga Senepis Berharap Solusi Nyata untuk Akses dan Drainase

Istimewa/Ilustrasi.

DUMAI (MR) - Masyarakat Senepis, khususnya warga RT 07, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, berharap pembangunan jembatan dan normalisasi parit segera mendapat perhatian serius dari PT SGP Suntara Gajapati. Kedua infrastruktur tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mengantisipasi dampak banjir yang kerap mengganggu kehidupan masyarakat setempat.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara tokoh masyarakat, perwakilan warga, dan pihak PT SGP Suntara Gajapati yang berlangsung di kantor perusahaan pada Rabu (28/10/2026).

Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi perhatian warga Senepis. Sebagai tindak lanjut, perwakilan masyarakat bersama unsur kelembagaan setempat akan segera menyusun proposal resmi untuk disampaikan kepada pihak perusahaan.

Proposal tersebut diharapkan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menelaah dan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan yang diajukan masyarakat.

Tokoh masyarakat Senepis, Haji Agus Bin Nahar, menyampaikan bahwa warga sangat berharap usulan pembangunan jembatan dan normalisasi parit dapat segera ditindaklanjuti setelah proposal disampaikan kepada perusahaan.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai sangat penting untuk menunjang kehidupan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan akses transportasi dan mendukung kegiatan ekonomi sehari-hari.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses, keberadaan jembatan bukan sekadar sarana penghubung, melainkan juga bagian penting dari kelancaran aktivitas pekerjaan, distribusi kebutuhan pokok, serta hubungan sosial antarwilayah.

Sementara itu, normalisasi parit diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air sehingga risiko genangan dan gangguan akibat banjir dapat dikurangi.

Kebutuhan tersebut semakin dirasakan masyarakat ketika banjir melanda wilayah Senepis dan mengakibatkan akses darat terputus selama beberapa hari.

Ketua RT 07, Nur Rosid, turut menyampaikan harapan agar kedua usulan pembangunan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan.

Menurutnya, pembangunan jembatan dan normalisasi parit merupakan kebutuhan masyarakat yang berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas pekerjaan serta peningkatan perekonomian warga.

"Kami sebagai masyarakat berharap pembangunan jembatan dan normalisasi parit ini segera terealisasi. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung bagi aktivitas pekerjaan warga agar perekonomian masyarakat dapat tumbuh lebih baik," ungkap Nur Rosid.

Ia berharap aspirasi yang disampaikan melalui proposal nantinya tidak hanya menjadi catatan dalam pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan dan langkah konkret sesuai kebutuhan di lapangan.

Bagi warga RT 07, perbaikan infrastruktur diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi hambatan yang selama ini dirasakan masyarakat ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Batu Teritip, Arifuddin Hasibuan, mengatakan bahwa usulan pembangunan jembatan dan normalisasi parit akan segera dituangkan dalam proposal resmi untuk disampaikan kepada PT SGP Suntara Gajapati.

Langkah tersebut ditempuh agar kebutuhan masyarakat dapat disampaikan secara tertulis dan diteruskan kepada jajaran manajemen serta pimpinan perusahaan untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

"Harapan kami dari RT dan LPMK, kiranya usulan ini dapat segera terealisasi. Proposal akan segera dibuat dan disampaikan kepada pihak perusahaan agar dapat diteruskan kepada manajemen dan pimpinan," ujarnya.

Arifuddin juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan baik antara masyarakat dengan perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan dapat menjadi landasan untuk membangun kerja sama dalam mencari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur yang berpengaruh terhadap akses transportasi dan kondisi lingkungan.

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga aspirasi warga memperoleh ruang pembahasan yang baik dan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan masing-masing pihak.

Dari pihak perusahaan, Dodi, salah seorang humas PT SGP Suntara Gajapati, menyampaikan harapan agar pelaksanaan kegiatan nantinya berjalan kondusif dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

"Harapan dari perusahaan, dalam pelaksanaannya nanti, kiranya tidak ada permasalahan di lini bawah masyarakat," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara masyarakat dan perusahaan dalam membahas usulan pembangunan yang diajukan warga Senepis.

Meski demikian, masyarakat masih menantikan proses lanjutan setelah proposal resmi disusun dan diserahkan. Hingga pertemuan tersebut berlangsung, belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan pembangunan maupun keputusan akhir perusahaan terhadap kedua usulan tersebut.

Karena itu, penyampaian proposal menjadi tahapan penting agar kebutuhan yang disampaikan warga dapat dipelajari lebih lanjut, termasuk mengenai kondisi infrastruktur, kebutuhan teknis, serta kemungkinan pelaksanaan kegiatan.

Masyarakat berharap proses komunikasi tersebut berlanjut pada pembahasan yang lebih konkret sehingga persoalan yang mereka hadapi dapat memperoleh penyelesaian.

Kebutuhan pembangunan infrastruktur di Senepis semakin menjadi perhatian setelah banjir melanda wilayah tersebut sekitar 20 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, banjir mengepung wilayah Senepis, khususnya RT 07, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, selama tujuh hari.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan melalui genangan air, tetapi juga terputusnya akses jalan darat yang biasa digunakan masyarakat untuk menunjang mobilitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terputusnya jalur darat membuat warga terpaksa mengandalkan jalur laut untuk memperoleh bahan makanan dan memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya transportasi dan mahalnya harga sejumlah kebutuhan pokok. Situasi ini memperlihatkan bagaimana gangguan infrastruktur dan aksesibilitas dapat memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah dengan pilihan jalur transportasi terbatas.

Bagi masyarakat Senepis, persoalan akses bukan hanya menyangkut kemudahan perjalanan, melainkan juga berkaitan dengan kelancaran distribusi barang, aktivitas pekerjaan, dan kemampuan warga menjangkau berbagai kebutuhan dasar.

Pengalaman banjir tersebut kembali menegaskan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pendukung di wilayah Senepis agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi hambatan serupa ketika kondisi cuaca dan lingkungan memburuk.

Normalisasi parit menjadi salah satu usulan yang dinilai penting untuk mendukung pengelolaan aliran air di wilayah permukiman warga.

Melalui normalisasi, saluran air diharapkan dapat berfungsi lebih baik dalam mengalirkan air, terutama ketika terjadi peningkatan debit akibat hujan.

Namun, efektivitas penanganan banjir juga bergantung pada kondisi saluran secara menyeluruh, termasuk kapasitas drainase, kondisi saluran pembuangan, serta faktor lingkungan yang memengaruhi aliran air.

Oleh karena itu, masyarakat berharap usulan normalisasi parit dapat menjadi perhatian dalam upaya memperbaiki kondisi lingkungan dan mengurangi gangguan terhadap aktivitas warga.

Di sisi lain, pembangunan jembatan diharapkan mampu mendukung konektivitas masyarakat, sehingga akses transportasi dan kegiatan ekonomi dapat berlangsung lebih lancar.

Kedua usulan tersebut dipandang saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi warga yang rentan terdampak ketika akses jalan terganggu akibat banjir.

Masyarakat Senepis berharap penyusunan dan penyerahan proposal kepada PT SGP Suntara Gajapati menjadi langkah awal untuk memperoleh solusi atas persoalan infrastruktur yang mereka hadapi.

Warga juga berharap pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah RT 07, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan.

Sinergi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dinilai penting agar kebutuhan pembangunan dapat ditangani melalui perencanaan yang tepat, berdasarkan kondisi faktual di lapangan dan sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Dalam proses tersebut, pendataan kebutuhan, peninjauan lokasi, serta pembahasan teknis dapat menjadi bagian penting untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai.

Masyarakat pada prinsipnya berharap aspirasi yang disampaikan dapat memperoleh tanggapan dan tindak lanjut yang jelas. Dengan demikian, pembangunan yang dibutuhkan tidak hanya menjadi harapan, tetapi dapat diarahkan menuju penyelesaian yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Pertemuan antara masyarakat dan PT SGP Suntara Gajapati pada Rabu (28/10/2026) menjadi awal dari proses penyampaian aspirasi tersebut. Selanjutnya, warga akan mempersiapkan proposal resmi sebagai bahan pertimbangan perusahaan.

Kini, masyarakat Senepis menantikan langkah berikutnya, dengan harapan pembangunan jembatan dan normalisasi parit dapat segera mendapat perhatian serta ditindaklanjuti demi memperlancar akses transportasi, mengurangi dampak gangguan banjir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*) 

 

Penulis: Riko F Sitompul




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan