Politik

Yorrys Resmi Didepak dari Pegurus Golkar

Yorrys Raweyai
JAKARTA (MR) - Setelah lolos dari jeratan hukum KPK, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto langsung menandatangani perubahan dalam struktur Pengurus DPP dengan alasan revitalisasi.
 
Dalam  perubahan struktur tersebut, Kordinator bidang Polhukam Yorrys Raweyai didepak posisinya dan digantikan dengam Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.
 
Selain itu, ada tiga nama Purnawirawan TNI yang masuk dalam Struktur DPP. Masih ada Letjen TNI (Purn) Haji Lodewijk Freidrich yang menjabat Ketua Koordinator Bidang Kajian Strategis dan pengembangan SDM, dan Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto yang menjabat Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah.
 
"SK revitalisasi saya sudah konfirmasi langsung kepada Ketua Umum dan memang sudah ditandatangani Surat Keputusan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017," ucap Sekjen Golkar Idrus Marham saat dihubungi, Senin (9/10/2017).
 
Menurutnya, revitalisasi merupakan perintah dari beberapa rekomendasi Rapimnas Golkar yang dilakukan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
 
"Dulu memang Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) yang dilakukan di Kalimantan Timur, salah satu keputusan yang penting adalah memberikan tugas pada ketum untuk melakukan revitalisasi pengurus. Jadi ini Rapim yang memberikan mandat pada ketum. Jadi ini mandat," jelasnya.
 
Menanggapi hal itu, Yorrys Raweyai menyatakan hal yang wajar soal adanya pemecatan itu. Sampai saat ini dia belum menerima surat pemecatannya.
 
"Surat belum terima. Belum ada. Itu cuma pergantian biasa-biasa saja," ucapnya saat dihubungi sindonews. 
 
Beberapa kali Yorrys cukup berbicara keras mengenai Novanto. Termasuk soal rekomendasi rapat pleno Golkar terkait penonaktifan Novanto dari jabatannya sebagai Ketum dengan penunjukan Plt Ketum.
 
Rekomendasi itu pun kini menguap setelah Novanto menang praperadilan. Yorrys bahkan tak hanya dipecat dari jabatannya. Dia juga dipolisikan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
 
Yorrys dipolisikan bersama Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia. Keduanya dilaporkan karena dianggap mencemarkan nama baik Ketum Golkar Setya Novanto.***
 
 
Sumber: R24
Editor: CS Piliang




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan