Produksi Sampah di Bengkalis Naik Sekitar 50 Persen
Kepala DLH Kabupaten Bengkalis H. Arman AA (baju putih) menjelaskan data sampah.
BENGKALIS (MR) - Selama Ramadhan 1439 H/2018 M, produksi sampah di beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkalis mengalami peningkatan yang cukup drastis dibandingkan pada hari-hari biasanya.
Berdasarkan dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis, kenaikan cukup tinggi seperti produksi sampah di Kecamatan Bengkalis sebelumnya hanya sekitar 27 ton, memasuki Ramadhan ini setidaknya menjadi 41 ton pehari. Paling banyak di Kecamatan Mandau biasanya hanya 230 ton menjadi 322 ton perhari. Sedangkan untuk beberapa kecamatan lainnya produksi sampah juga mengalami kenaikan, berkisar 0,5 ton sampai 2 ton perhari dari biasanya, seperti Kecamatan Bantan dari sekitar 10 ton mencapai 10,5 ton perhari.
Menurut Kepala DLH Kabupaten Bengkalis H. Arman AA, peningkatan produksi sampah di sejumlah kecamatan itu merupakan dampak dari munculnya pedagang-pedagang dadakan dan tingginya transaksi jual beli masyarakat.
"Bukan sampah rumah tangga, sampah itu berasal dari sisa makanan, dan munculnya pedagang dadakan selama Ramadhan seperti di tepi-tepi jalan. Tidak hanya di Pulau Bengkalis tapi hampir merata di seluruh kecamatan," ungkap Arman kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/5/18).
Meningkatnya produksi sampah ini, petugas dan angkutan yang dikerahkan untuk melakukan pembersihan juga masih seperti biasanya. Namun, ada penambahan pembilasan apabila diperlukan.
Kesempatan ini, Arman juga mengakui bahwa peran aktif masyarakat dalam pemilahan sampah organik, anorganik, basah atau kering belum memenuhi harapan.
"Kita terus mengimbau sampah dapat dipilah dan bagaimana sampah bisa menjadi uang. Saat ini belum memenuhi harapan, atau belum maksimal. Dapat saja masyarakat memilah mana sampah kering dan basah sudah cukup luar biasa," katanya lagi.
