Tiket Pesawat Mahal, Gubernur Kepri akan Temui Menhub
Gubernur Kepri Nurdin Basirun
BATAM (MR) - Persoalan tiket mahal dan bagasi berbayar hingga kini belum ada keputusan. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun bakal menemui langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membicarakan hal ini.
“Sesegera mungkin,” kata dia. Ditanya lebih lanjut, kapan? Nurdin tidak memberikan penjelasan perihal persis waktu menemui sang menteri. “Lihat nanti, biasanya saya cepat,” tambahnya.
Ditanya apakah nanti akan membicarakan perihal batas atas dan batas bawah harga tiket pesawat, Nurdin mengatakan yang jelas kebijakan harus merujuk pada kondisi ekonomi masyarakat, ia menilai masyarakat tengah sulit secara ekonomi.
“(Harga tiket) sesuaikan dengan kondisi ekonomi sekarang,” kata dia.
Tidak hanya tiket mahal yang dikeluhkan warga, kebijakan bagasi berbayar pun dikeluhkan dan diminta untuk ditinjau kembali. Bahkan Nurdin menilai UMKM telah menyatakan keberatan.
“UMKM teriak teriak. Saat ini jangan ada kebijakan yang aneh-aneh dululah. Bagus kita kuatkan ekonomi, investasi dan membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.
Ia mengatakan, dua kebijakan ini sangat memberatkan masyarakat, apalagi untuk masyarakat Kepri yang tipikal daerahnya kepulauan dan moda transportasi pesawat merupakan sarana utama ke daerah lain.
“Dua kebijakan ini pasti memberatkan, saya tidak tahu maskapai hitungannya darimana. Tapi kami pemerintah daerah berharap kebijakan tidak beratkan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya di beritakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam hingga kini belum mendapat jawaban dari pemerintah pusat terkait surat meminta pertimbangan akan mahalnya tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar. Untuk diketahui, dua kebijakan ini disebut sangat mempengaruhi pariwisata Batam.
“Sampai sekarang tak ada jawaban, kami menunggu,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Senin (25/2).
Walau belum mendapat jawaban, pihaknya berharap pemerintah pusat menjadikan pembahasan harga tiket salah satu isu yang harus segera didapat penyelesaiannya.
“Mudah-mudahan itu jadi pemikiran serius karena tak hanya berpengaruh pada keluar masuk orang, tapi juga barang,” imbuhnya.
