Lingkungan

Kadis DLH Dumai Gencar Kampanye Anti Plastik

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Satrio Wibowo AP, M.Si
DUMAI (MR) - Saat ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai Satrio Wibowo, AP, M.Si gencar mengkampanyekan gerakan anti plasik guna mengurangi polusi plastik.
 
"Ini program nasional tertuang dalam kebijakan strategis daerah (Kestrada) yang mengacu pada kebijakan strategis nasional. Sejak tahun ini kita mulai dari diri kita, dari lingkungan DLH untuk mengurangi plastic pollution," katanya kepada monitorriau.com.
 
Satrio Wibowo mengatakan sat ini dilingkungan DLH Dumai tak lagi memakai air dalam kemasan plastik sekali pakai dalam setiap rapat-rapat dan pertemuan.
 
Juga pegawai kantor, petugas kebersihan dan pertamanan dilapangan tak lagi menggunakan air dalam kemasan plastik sekali pakai.
 
 
"Dalam setiap rapat kita sediakan gelas dan air dari dispenser, begitu juga dengan pegawai, petugas kebersihan dan pertamanan kita berikan botol air minum. Inilah upaya kita mengurangi polusi plastik," ungkap Satrio Wibowo.
 
Karena ini program baru, Bowo mengatakan penerapannya harus diawasi ektra. Perlu komitmen dan istiqomah agar program lingkungan ini bisa berjalan baik.
 
"Alhamdulillah saat ini sudah berlangsung cukup baik. Kita awasi penerapan program ini, bahkan ke lapangan pengawas melihat petugas kita apakah komitmen menjalankan program ini," jelas Bowo.
 
Dikatakan kadis DLH, tak hanya di lingkungannya saja ia getol mengkampanyekan gerakan anti plasik guna mengurangi polusi plastik.
 
Sewaktu menjadi inspektur upacara apel bersama senin pagi, ia juga kampanyekan hal ini pada ASN di lingkungan Pemko Dumai. Begitu juga saat jadi inspektur upacara di SMPN 2 Dumai.
 
 
Bowo berkeinginan program lingkungan ini ditingkatkan statusnya menjadi Peraturan Walikota (perwako). Sehingga dapat diaplikasikan ke dinas, kantor dan instansi pemerintahan maupun swasta.
 
"Harapan kedepan dengan adanya perwako seluruh lapisan akan menerapkan dan kita dapat melakukan pengawasan ke seluruh sektor," pungkasnya.
 
Mengapa plastik berbahaya?
Mengacu pada informasi yang tertuang dalam laman web, http://dietkantongplastik.info/ plastik dianggap berbahaya karena beberapa hal dibawah ini:
 
MEMICU PERUBAHAN IKLIM
Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. Sumber material kantong plastik yang terbuat dari minyak bumi, yang merupakan sumber daya alam tak terbarukan, mengakibatkan pencemaran lingkungan di negara-negara berkembang karena limbah pabriknya dibuang ke sungai dan pembakaran gas metana mengakibatkan emisi karbon ke udara.
 
MENCEMARI LINGKUNGAN
Kantong plastik merupakan barang sekali pakai dengan kegiatan pasca-konsumsi yang tidak bertanggung jawab. Kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan: tersumbatnya selokan dan badan air;
termakan oleh hewan; rusaknya ekosistem di sungai dan laut; Karena sampah plastik (khususnya kantong plastik) tidak dikelola dengan bertanggung jawab, hal ini menyebabkan Indonesia “dituduh” sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia (Jambeck et al, 2015).
 
 
BERBAHAYA BAGI MANUSIA
Kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena racun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan.
 
TERURAI SANGAT LAMA
Kantong plastik (dan jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian. Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah. Terlebih lagi karena sifatnya yang cepat terurai menjadi mikro plastik, akan lebih mudah untuk mencemari lingkungan.
 
Penulis: Hendry Kuswoyo
 




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan