Nasional

Peringatan HAM Sedunia Diharapkan Tak Ditunggangi Kelompok Pro Papua Merdeka

MONITORRIAU.COM – Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2019 mendatang. Diharapkan, peringatan tersebut tak ditunggangi kepentingan-kepentingan kelompok pro Papua Merdeka.

Hal itu disampaikan, Peneliti Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adrianna Elisabeth. Dia menduga, momentum peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia berpotensi ditunggangi oleh kelompok pro Papua Merdeka.

"Kelompok itu kan memang mengusung isu HAM dalam kampanye-kampanye mereka," kata Adrianna kepada wartawan, Sabtu (7/12/2019).

Dia menjelaskan, berkaca dari sejarah, peringatan hari HAM sedunia di Bumi Cenderawasih, kerap diwarnai oleh kericuhan yang dipicu oleh penyusupan agenda kelompok pro kemerdekaan Papua. Tahun 2018, kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang pro kemerdekaan, menggelar aksi dengan dalih memperingati hari HAM sedunia.

“Pada aksinya yang digelar 10 Desember 2018 lalu di kota-kota besar di Papua, KNPB mengusung wacana referendum untuk Papua,” ujarnya.

Menurut dia, isu HAM tak bisa digunakan oleh kelompok pro kemerdekaan Papua. Karena, peringatan itu adalah momentum untuk menyelesaikan berbagai dugaan pelanggaran HAM dan juga komitmen untuk tidak lagi melakukan pelanggaran tersebut.

"Isu HAM itu berbeda dengan isu merdeka atau referendum. Soal HAM itu yang diselesaikan persoalan HAMnya," katanya.

Dia menuturkan, masalah mendasar di Papua itu bukan soal kemerdekaan. Tapi soal pendidikan dan kesehatan yang belum merata. "Kalau ini diselesaikan ya tidak ada hubungannya dengan kemerdekaan. Kalau HAMnya bisa diselesaikan kan ya enggak perlu juga referendum," ujar dia.*** (okezone)




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan