Nasional

3 RS di Jakarta Jadi Rujukan untuk WNI Teridentifikasi Virus Korona

MONITORRIAU.COM – Pemerintah telah mengirimkan tim gabungan untuk mengevakuasi 250 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, Hubei, China, hari ini. WNI tersebut dievakuasi imbas mewabahnya virus korona di China.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, menyebut ada tiga rumah sakit yang bisa menjadi rujukan para WNI yang teridentifikasi virus korona setibanya di Indonesia. Tiga rumah sakit tersebut adalah RS Sulianto Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Subroto.

"Kalau yang saat ini kan kita di Jakarta punya 3 rumah sakit rujukan itu RS Soelianto Saroso, rujukan untuk yang terkena infeksi ini. Itu kelasnya RS yang terbaik se-Asia Pasifik. Kita juga punya RS Persahabatan dan RSPAD Gatot Subroto," kata Melki usai menghadiri diskusi di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Melki, tiga rumah sakit tersebut dilengkapi ruang isolasi. Nantinya para WNI yang telah tiba di Indonesia dan teridentifikasi terjangkit virus korona, akan langsung ditangani lebih lanjut di tiga RS tersebut.

"Yang penting RS ini punya namanya ruang isolasi. Jadi apabila ada suspect atau yang terduga yang perlu dicek bisa segera dicek di RS itu dalam masa inkubasi apakah dia positif atau negatif," ucapnya.

Komisi IX DPR mendukung penuh upaya pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan TNI dalam melakukan evakuasi terhadap WNI di Wuhan, China. Melki berharap seluruh WNI bisa dibawa kembali ke Tanah Air untuk selanjutnya diobservasi.

"Kita dari Komisi IX memberi dukungan melalui Kemenkes, TNI yang akan masuk kesana agar kita bisa langsung membawa saudara kita yang ada di Wuhan untuk bisa diobservasi semoga mereka semua sehat tidak terkena virus korona. Kalau memang terkena virus bisa langsung dirujuk ke rumah sakit," ucapnya.

Nantinya, para WNI yang dievakuasi dari China akan diperiksa lebih dahulu bsetibanya di Indonesia. Melki percaya Kemenkes mampu menangkal virus korona masuk ke Indonesia berkaca dari pengalaman menangani virus flu burung.

"Yang pasti virus korona ini daya rusaknya itu atau tingkat kematiannya lebih kecil dibanding flu burung. Jadi, saya kira dengan dulu pernah menangani flu birung, Kemenkes kita punya pengalaman," katanya.*** (okezone)




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan