Riau

Komis II DPRD Pelalawan Tanggapi Soal Kebakaran di Area HTI

PANGKALANKERINCI (MR) - Terkait dengan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diduga terjadi di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi yang berada di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, beberpa waktu lalu, ditanggapi serius Anggota Komisi II Bidang Lingkungan Hidup Baharuddin.

Dalam keterangannya Ia meminta pihak aparat penegak hukum terutama polri untuk segera turun melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian karhutla tersebut.

"Kita minta aparat penyidik untuk segera melakukan penyelidikan, karena semua perusahaan itu sama dimata hukum," ujarnya di Ruang Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan, Rabu (1/6).

Kata Ia lagi, selama ini kita cukup apresiasi kinerja kepolisian dalam penanggulangan karhutla yang sering menimpa Kabupaten Pelalawan.

"Jadi diharapkan ada kejelasan tindakan hukum bagi setiap perusahaan yang tidak bisa mengamankan lahannya. Jangan hanya PT SSS, PT Adei, PT PSJ, dan lainnya yang diproses. Siapapun baik itu korporasi maupun warga masyarakat yang memang terlibat karhutla harus ditindak sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukannya. Jangan ada perbedaan," harap Politisi Golkar ini lagi.

Untuk diketahui baru-baru ini areal yang diduga merupakan areal konsesi HTI PT Arara Abadi terbakar. Dalam kejadian itu api sempat menghanguskan areal yang berupa hutan semak belukar seluas lebih kurang 6 Hektar.

Areal yang terbakar ini rencananya akan dimanfaatkan untuk tanaman Kehidupan berupa tanaman Akasia. Namun belum sempat dilakukan land clearing atau pembersihan lahan sudah keburu terbakar, sihingga areal yang tadinya hutan semak belukar menjadi bersih dan siap untuk ditanami. (Ton) 




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan