Riau

Padamkan Karlahut, Alat Berat untuk Gali Embung Air di Dumai Terbenam

Alat berat jenis backhoe yang digunakan untuk gali embung air untuk memadamkan kebakaran terbenam.

DUMAI (MR) - Untuk meminimalisir kebakaran lahan dan hutan (karlahut) agar tidak membesar, Pemerintah Kota Dumai berinisiatif melakukan penggalian di sekitar lokasi kebakaran. Dengan menggunakan alat berat jenis backhoe tersebut, bertujuan untuk membuat embung - embung air. 

Tepatnya di belakang perumahan PT Chevron Pasivic Indonesia (CPI) Dumai, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Karlahut ini sudah berlangsung sejak Jumat, 13 Januari 2017 lalu dan belum berhasil dipadamkan, sampai dilakukan penggalian embung.

Setelah backhoe tersebut hendak keluar lokasi, alat berat berwarna kuning itu terbenam dengan posisi body backhoe yang menjadi miring akibat kondisi area lokasi.

Hal tersebut dibenarkan Komandan Distrik Militer 0320/Dumai, Letkol Kav Rendra A Siagian kepada media melalui telepon selulernya, Sabtu (14/1/207).

"Meskipun agak sulit, namun sejumlah tim yang ada di lokasi pun ikut membantu mengeluarkan backhoe itu,"ucapnya.

Sementara dengan adanya embung tersebut, kondisi api sudah bisa dijinakkan. Menurutnya ada lima titik yang dibuat embung.

"Saat ini api telah padam, hari ini (Sabtu) tinggal mematikan api disisa tunggul yang masih ada asapnya,"tuturnya menjelaskan.

Namun pihaknya terus melakukan patroli guna mengantisipasi timbul nya titik api baru di kawasan lainnya sekaligus memberikan sosialisasi tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar.

"Kita terus melakukan giat patroli dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya membuka lahan dengan cara membakar," tukasnya.*** (red/globalriau)




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan