Patra Dumai Meriahkan Jumat Pagi dengan Musik Orkestra Melayu
DUMAI (MR) - Patra Dumai terus berupaya memberikan pengalaman menginap yang unik dan berkesan bagi para tamunya. Salah satu inisiatif menarik yang dihadirkan adalah musik orkestra Melayu setiap Jumat pagi.
Program ini merupakan dukungan terhadap upaya pemerintah kota Dumai dalam mempromosikan budaya Melayu melalui busana dan musik di sektor perhotelan.
Sejak beberapa waktu lalu, Patra Dumai secara rutin menyuguhkan alunan musik orkestra Melayu di Bunga Tanjung Resto, tempat para tamu menikmati sarapan pagi. Alunan musik tradisional yang merdu menambah semarak suasana, menciptakan pengalaman bersantap yang tak terlupakan.

Orkes Melayu Ujang Ebhat
"Kami ingin memperkenalkan dan melestarikan musik Melayu kepada para tamu kami," ujar General Manager Ayu Darmastuti.
Musik orkestra Melayu memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Dengan alat musik tradisional seperti akordion, gambus, bebano, seruling, dan biola, kami menciptakan alunan yang khas dan memukau.
Lebih lanjut, Ayu menekankan ingin memberikan pengalaman yang unik dan berkesan selama menginap di Patra Dumai.
"Melalui musik orkestra Melayu ini, kami berusaha memperkenalkan budaya lokal kepada tamu-tamu kami," katanya.
Sales Manager Sri Handayani berharap kegiatan ini dapat menarik minat para tamu untuk berkunjung ke Patra Dumai dan menikmati kekayaan budaya Melayu.
"Kami juga akan terus berupaya mengembangkan program ini agar lebih menarik dan bermanfaat bagi semua pihak," jelasnya.
Kegiatan musik orkestra Melayu ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu hotel. Selain menambah nilai estetika, program ini juga berfungsi sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya Melayu yang kaya dan beragam kepada masyarakat luas.
Patra Dumai berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Melayu, serta terus memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap tamu yang datang. Dengan demikian, Patra Dumai tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga pusat pelestarian budaya lokal. (AL)
