Riau

PAN Serukan Kader Untuk Peka dan Berempati, Ananda Putri Salsabila: Siap Jalankan Perintah dan Amanat Masyarakat

Ananda Putri Salsabila

DUMAI (MR) - Dewasa ini, gaya hidup mewah dan pamer kekayaan atau yang sering disebut "flexing" menjadi isu yang terus-menerus disoroti, terutama di kalangan pejabat publik. Fenomena ini seringkali menimbulkan jarak antara pemimpin dan rakyat yang mereka wakili. 

Menyadari hal tersebut, Partai Amanat Nasional (PAN) mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan pesan yang mengarahkan kadernya untuk menjauhi perilaku tersebut.

Dalam sebuah maklumat yang diterbitkan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, seluruh kader, terutama yang menjabat di pemerintahan dan legislatif, diimbau untuk menjadi pribadi yang peka dan memiliki empati terhadap kondisi masyarakat. 

Maklumat tersebut secara spesifik menyebutkan pentingnya para kader untuk tidak pamer kekayaan. Sikap ini dinilai dapat melukai perasaan masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih terasa berat bagi sebagian besar rakyat.

Arahan ini disambut baik oleh kader PAN di berbagai daerah, termasuk di Kota Dumai, Riau. Salah satu kader muda yang juga legislator di DPRD Dumai, Putri Ananda Salsabila, menegaskan kesiapannya untuk menjalankan maklumat tersebut.

"Kami sangat siap menjalankan maklumat dari Ketua Umum," ujar Putri saat diwawancarai. 

Ia menilai bahwa maklumat ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurut Putri, arahan tersebut sejalan dengan janji-janji yang diberikan PAN kepada rakyat. 

"Ini sangat sesuai dengan arahan DPP dan amanat dari masyarakat kita," tambahnya.

Ia meyakini bahwa menjadi seorang wakil rakyat bukan sekadar menempati posisi, melainkan sebuah panggilan untuk melayani. Oleh karena itu, empati menjadi modal utama yang harus dimiliki.

"Insha Allah, PAN selalu siap dan berjuang di sisi yang sama dengan masyarakat," tegas Putri. 

Putri juga menyoroti bahwa di era media sosial, di mana kehidupan pribadi kerap menjadi konsumsi publik, para kader harus lebih bijak dalam menampilkan diri. 

Pamer harta atau gaya hidup mewah dapat menciptakan kesan negatif dan merusak kepercayaan publik.

"Seorang wakil rakyat itu harus bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya. Jika kita pamer kekayaan, bagaimana kita bisa mengerti penderitaan mereka yang kekurangan?," Jelasnya.

Maklumat ini juga menjadi momentum bagi PAN untuk menegaskan kembali komitmennya sebagai partai yang pro-rakyat. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai empati dan kesederhanaan, PAN berharap dapat semakin dekat dengan hati masyarakat.

"Ini adalah bagian dari revolusi mental yang harus dimulai dari internal partai," tutur Putri.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya partai untuk mencetak kader-kader yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kader PAN diharapkan tidak hanya pandai berpolitik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang peduli.

Putri juga menggarisbawahi bahwa arahan ini adalah pengingat bagi seluruh legislator dari PAN, termasuk dirinya, untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. 

"Amanah ini berat, dan kita harus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan empati, PAN berupaya memastikan bahwa setiap langkah dan kebijakan yang diambil selalu berpihak pada rakyat, sesuai dengan amanah yang telah diberikan.




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan