Nasional

IPSI Berganti Nahkoda, Sugiono Resmi Pimpin Pencak Silat Indonesia 2026–2030

Ketua IPSI Riau Hardiyanto (anggota DPRD Prov Riau -Grindra) jadi Sekretaris Sidang dalam Pemilihan ketua IPSI Pusat.

JAKARTA (MR) – Pergantian kepemimpinan di tubuh Ikatan Pencak Silat Indonesia menandai berakhirnya satu era panjang sekaligus dimulainya babak baru bagi perkembangan pencak silat nasional.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI yang digelar di Jakarta Convention Center, Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2026–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi tanpa satu pun suara penolakan, mencerminkan kuatnya dukungan dari seluruh peserta forum.

Penetapan tersebut bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan simbol besarnya harapan yang kini bertumpu pada kepemimpinan baru.

Di sisi lain, momen ini juga diwarnai suasana haru. Sosok Prabowo Subianto yang telah memimpin IPSI selama hampir empat dekade, resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.

Sugiono dalam sambutannya mengakui bahwa tugas yang diembannya bukanlah hal ringan.

“Ini bukan tugas ringan. Ada harapan besar yang kini berada di pundak kami,” ujarnya.

Sugiono juga menyoroti dedikasi panjang Prabowo dalam membangun dan membesarkan pencak silat Indonesia.

Menurutnya, pengabdian selama hampir 38 tahun tersebut merupakan bukti kecintaan mendalam terhadap seni bela diri warisan bangsa.

“Tanpa cinta yang mendalam, hal seperti itu mustahil terjadi,” kata Sugiono.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan ke depan tidak hanya bertugas melanjutkan, tetapi juga meningkatkan capaian yang telah dirintis sebelumnya.

Di bawah kepemimpinannya, Sugiono membawa visi ambisius: mendorong pencak silat agar dapat diakui sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Ia ingin pencak silat tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga diakui secara global sebagai olahraga kompetitif yang sejajar dengan cabang olahraga dunia lainnya.

Selain itu, Sugiono juga menekankan pentingnya penguatan dari dalam negeri, termasuk upaya memasukkan pencak silat ke dalam sistem pendidikan nasional.

“Pencak silat harus menjadi warna dalam pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru juga datang dari berbagai daerah. Salah satunya dari Ketua Harian KONI Kota Dumai, Akhmad Khadafi, yang optimistis IPSI di bawah Sugiono mampu menjaga jati diri pencak silat sekaligus meningkatkan prestasi di kancah internasional.

Semangat “Bela Diri, Bela Bangsa” pun kembali digaungkan sebagai landasan pengembangan pencak silat ke depan.

Dengan berakhirnya kepemimpinan lama dan hadirnya nahkoda baru, IPSI kini memasuki fase penting dalam perjalanannya.

Tantangan ke depan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membawa pencak silat melangkah lebih jauh ke panggung dunia.

Kini, perhatian tertuju pada langkah konkret yang akan diambil. Bukan lagi soal siapa yang memimpin, melainkan sejauh mana pencak silat Indonesia mampu berkembang dan diakui secara global. (*) 




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan