Dinilai kurang Transparan

Warga dan Anggota KUD Tani Sejahtera Pertanyakan Penjualan TBS 220 Ton

ROHUL (MR) - Ketua RT Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, Widodo pertanyakan penggunaan Dana hasil penjualan buah kelapa sawit kebun plasma  milik masyarakat yang dikelolah oleh KUD Tani Sejahtera yang bermitra dengan PTPN V sei Tapung Kabupaten Rokan Hulu.
 
Menurut keterangan Widodo, Perkebunan milik masyarakat  yang luasnya lebih kurang 856 Hektar di Desa Bono Tapung sudah dikelola oleh KUD, yang bermitra dengan pihak PTPN V sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu.
 
"Kurang lebih dalam 1 tahun ini perkebunan kelapa sawit tersebut sudah menghasilkan hingga ratusan ton Tandan Buah Segar (TBS) yang di jual ke pihak PTPN V. Maka dengan itu, hasil penjualan TBS tersebut harus transparan agar diketahui penggunaannya oleh anggota dan masyarakat," jelasnnya.
     
Mereka sangat menyayangkan sikap pengurus KUD Tani Sejahtera yang kurang transparan dalam pengunaan dana hasil penjualan TBS tersebut yang belakangan ini ada 220 ton TBS milik kebun plasma Desa BonoTapung  yang dipijamkan ke KUD  Karya Mukti Desa satu (Tapung Jaya) tanpa ada musyawarah anggota.
 
"KUD tidak boleh  meminjamkan TBS sampai ratusan ton ke KUD lain tanpa ada musyawarah," tegas Widodo.
 
Ditempat terpisah Asisten Kepala (Askep) kebun Plasma PTPN V, H.M. Nurdin, membenarkan bahwa KUD Tani Sejahtera meminjamkan TBS 220 ton milik KUD tani Sejahtera kepada KUD Karya Mukti Desa Tapung Jaya.
 
Nurdin menjelaskan hasil penjualan TBS  tersebut masuk ke rekening KUD Tani Sejahtera dan PTPN V. Dana tersebut dipergunakan untuk biaya perawatan kebun, jalan, biaya panen juga operasional dan lainnya. Jika nanti ada sisa dana akan di musyawarahkan bersama. 
 
"Semuanya sudah disepakati mulai dari replanting dan penanaman. Perawatan umur 0 sampai 3 tahun diambil dari pinjaman modal petani, nanti umur sawit 5 tahun petani mulai membayar angsuran pinjaman ke Bank selama kurang lebih 8 tahun. Dengan rincian hasil panen 30% untuk angsuran Bank dan perawatan 70% buat petani plasma," jelas Nurdin.
 
Sementara itu H.Eko Subroto, Selaku Ketua KUD  Tani Sejahtera, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, dengan sangat enteng menjawab pertanyaan wartawan. "Apakah tidak ada topik lain," katanya.
 
Eko merasa seolah-olah tindakannya yang telah meminjamkan TBS milik KUD tani Sejahtera hingga ratusan ton kepada KUD lain tanpa pemberitahuan ataupun persetujuan dari anggota tidak merugikan pihak lain. 
 
Sikap seorang ketua KUD seperti ini akan membuat anggota yang ada di KUD tersebut akan merasa tidak nyaman bahkan hilang kepercayaan ke depannya, sebab keterbukaan dan transparansi dinilai sangat kurang. (MR-Sir)




[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : redaksimonitorriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan