Arus Pendek Listrik, Kebakaran Nyaris Terjadi di Dumai
DUMAI (MR) - Kebakaran rumah nyaris terjadi di Dumai, Riau, peristiwa tersebut diduga akibat terjadinya arus pendek pada kabel milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dikatakan oleh Solihin salah seorang warga jalan Cempedak Gang Kandis, kecamatan Dumai Kota, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/11/2017) sekitar pukul 22.45 WIB.
Solihin menyebutkan, awal kejadian yang diketahui dari warga lainnya, berawal dari kabel meteran listrik di sebuah rumah di lorong yang bernama gang Limun yang terdapat di gang Kandis tersebut.
"Kabel meteran listrik di rumah yang tengah kosong tersebut sempat api muncul dan membesar," kata Solihin, Jumat (17/11/2017).
Melihat adanya api tersebut, disebutkan Solihin, dirinya bersama warga langsung mematikan arus listrik pada kotak meteran tersebut, dan juga menyiramkan air pada rumah tersebut.
"Kita menyiramkan air supaya api tidak membakar rumah tersebut," katanya.
Disebutkannya juga, saat warga melakukan penyiraman air tersebut, percikan api juga muncul di tiang listrik yang berada didekat lokasi kejadian yang padat penduduk.
"Dari tiang didalam, percikan api juga terlihat di dua tiang lainnya sehingga salah satu kabel yang berada pada tiang yang terdapat di gang Kandis putus jatuh ketanah membuat percikan api karena masih dialiri listrik," katanya kembali
Disebutkannya kembali, melihat kondisi kabel yang menyentuh tanah tersebut mengeluarkan percikan api, warga tidak berani mendekat.
"Untung pada saat kejadian, kondisi dalam tidak terjadi banjir, jika tidak entah apa yang terjadi," katanya menceritakan.
Peristiwa tersebut, disebutkannya tidak terdapat korban jiwa maupun materi, dan terlihat juga terdapat 3 unit mobil pemadam kebakaran dan satu ambulance milik BPBD kota Dumai turun ke lokasi kejadian.
Kejadian tersebut juga membuat gang yang sering terjadi banjir tersebut dalam keadaan gelap gulita karena tidak teraliri listrik dari pihak PLN Dumai.
"Petugas PLN sudah turun untuk memperbaiki kabel listrik yang sempat terbakar ini," katanya mengakhiri. (red/mrt)
