Nasional

BMKG: Soal Potensi Gempa Tidak Perlu Panik atau Takut

MONITORRIAU.COM – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik untuk lebih cermat menelaah informasi mengenai prediksi gempa dahsyat yang akan melanda Kabupaten Lebak, Banten.

Sebab, sampai saat ini belum ada teknologi apa pun yang bisa memprediksi kapan, di mana dan berapa kekuatan gempa yang belum terjadi.

"Sepatutnya masyarakat dengan bijak menyikapi potensi tersebut dengan meningkatkan kesiapsiagaan, tidak perlu panik dan ketakutan berlebihan," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly dikutip dalam siaran persnya, Kamis, 1 Februari 2018.

Pernyataan ini sekaligus mengingatkan kepada publik perihal informasi yang beredar di publik mengenai potensi gempa 9,2 skala richter yang disebut mengancam Kabupaten Lebak.

Dikatakan Muhammad, BMKG tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai prediksi bahwa akan terjadi gempa maha dahsyat berkekuatan M 9,2 di Kabupaten Lebak.

Namun, diakui memang di zona subduksi selatan Jawa Barat dan Banten memang memiliki potensi gempa berkekuatan M 8,7 sama seperti yang dipublikasikan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen).

"Hasil monitoring BMKG selama periode 2009-2017 terhadap aktivitas gempa di Provinsi Jawa Barat, Banten, dan Samudera Hindia menunjukkan pola yang fluktuatif dan tidak ada kecenderungan yang mengarah kepada adanya peningkatan aktivitas seismik di wilayah tersebut," ujarnya.

Atas itu, publik diminta untuk untuk tenang dan memastikan diri untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas gempa bumi hanya bersumber dari BMKG.

Sebelumnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, memang menyebut akan ada potensi gempa besar di wilayah Lebak. Gempa itu disebut memiliki potensi kekuatan hingga 9,2 skala richter dan bisa memicu gelombang tsunami hingga 20 meter.

Iti menyebut, informasi itu didapatnya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Karena itu, saat ini di daerahnya sedang digagas langkah antisipasi bencana tersebut.

"Di Lebak ini diprediksi akan terjadi megatrust, nanti akan dilakukan mitigasi bencana," ujar Iti, Senin 29 Januari 2018.*** (viva)




Loading...

[Ikuti Monitorriau.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0853-6543-3434/0812-6686-981
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Monitorriau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan